Still Counting
Even we are not always together
Thank you for being my sisters from another mother
Setiap pertemuan yang kita ciptakan
Selalu ada hasil yang mengejutkan
Ternyata sejauh apapun kita melangkah
Kita tetap kembali ke dua kata
Kata yang umum di ungkapkan
Kata pertama itu adalah nyaman
Setelah nyaman
Kita temukan kata berikutnya
Ialah setia
Keduanya saling berkaitan
Sebagaimana kita
Nyaman dan setia
Ternyata menyatukan pikiran dan hati
Tidak semudah berteori
Apabila keduanya tidak menyatu
Maka takkan kita temukan
Nyaman dan setia
Terima kasih telah membuatku
Nyaman dan setia
Sampai sejauh ini
Tahun depan
Kita akan merayakannya
7 tahun kebersamaan kita
Siapa sangka
Sudah sejauh ini
Jika di ibaratkan seorang anak
Mungkin sudah menginjak sekolah dasar
Ku semogakan
Hubungan ini terus berjalan
Sampai nanti raga ini terpisah dari jiwa
Aku sayang kalian,
sangat sayang
Bella
Aksara sederhana, untuk kamu yang ada disana. Tetap seperti itu, menjadi kamu yang ku kenali. Jangan berubah.
Sabtu, 25 Juli 2015
Kamis, 23 Juli 2015
Selamat Datang, Tuan
Selamat datang
Untuk tamu baru
Yang datang tanpa undangan
Semoga kunci yang kau bawa
Sesuai dengan gemboknya
Jika tidak sesuai
Terima kasih telah datang
Menjadi debar
Saat jantung lupa berdetak
Aku agak sulit membiasakan diri
Menyambut yang baru seperti kamu
Karena mungkin masih terbiasa sendiri
Atau trauma
Trauma dengan tamu yang sebelumnya
Datang hanya memberikan kenangan
Pergi dengan kesenangan
Meninggalkan luka yang sedang kuperbaiki perlahan
Selamat datang, tuan
Semoga harimu menyenangkan
Pemilik rumah,
Bella.
Untuk tamu baru
Yang datang tanpa undangan
Semoga kunci yang kau bawa
Sesuai dengan gemboknya
Jika tidak sesuai
Terima kasih telah datang
Menjadi debar
Saat jantung lupa berdetak
Aku agak sulit membiasakan diri
Menyambut yang baru seperti kamu
Karena mungkin masih terbiasa sendiri
Atau trauma
Trauma dengan tamu yang sebelumnya
Datang hanya memberikan kenangan
Pergi dengan kesenangan
Meninggalkan luka yang sedang kuperbaiki perlahan
Selamat datang, tuan
Semoga harimu menyenangkan
Pemilik rumah,
Bella.
Senin, 13 Juli 2015
Secuil Rindu dari Kamu
Bolehkah aku berharap
Mendapatkan pengakuan rindu
Dari kamu
Tanpa aku minta
Ku ingin kau ucapkan saja
Tanpa aku paksa
Ku ingin mengetahuinya
Dari kamu
Tapi, apabila harapan itu semu
Mungkin memang aku tak pantas
Mendapat secuil rindu
Dari kamu
Aku sadar
Rinduku tak terbalaskan
Karena tak ku dapatkan
Secuil rindu itu dari kamu
Rindu kamu bukan untukku
Aku tau pasti
Karena sampai detik ini
Aku belum pernah mendapat pengakuan rindu
Dari kamu
Jelas sekali
Harapan ini hanya aksara saja
Tertulis namun tak nampak nyata
Dari aku yang mengharap secuil rindu,
Byolau.
Mendapatkan pengakuan rindu
Dari kamu
Tanpa aku minta
Ku ingin kau ucapkan saja
Tanpa aku paksa
Ku ingin mengetahuinya
Dari kamu
Tapi, apabila harapan itu semu
Mungkin memang aku tak pantas
Mendapat secuil rindu
Dari kamu
Aku sadar
Rinduku tak terbalaskan
Karena tak ku dapatkan
Secuil rindu itu dari kamu
Rindu kamu bukan untukku
Aku tau pasti
Karena sampai detik ini
Aku belum pernah mendapat pengakuan rindu
Dari kamu
Jelas sekali
Harapan ini hanya aksara saja
Tertulis namun tak nampak nyata
Dari aku yang mengharap secuil rindu,
Byolau.
Senin, 06 Juli 2015
6 Juli 2015
Teruntuk, Mamaku.
42 tahun sudah engkau menjalani hidupmu,
Yang pada awalnya tentu engkau takkan terbayang akan menjadi
bagian dari hidupku dan ku berikan engkau sebuah panggilan Mama, atau menjadi
bagian dari keluarga seorang lelaki yang sekarang sebut saja Imaam untukmu dan
Papa untuk ketiga putramu.
4 bulan sudah, setelah 4 bulan yang lalu. Aku jauh darimu,
Mama.
Aku, Bella. Anak pertamamu yang jika engkau masih ingat,
dulu hampir saja engkau menggugurkan kandunganmu hanya karena sebuah keadaan
dimana memang tidak seharusnya engkau melakukan hal itu. Tentunya jika pada
saat itu engkau melakukannya, maka hari ini engkau tidak akan mendapatkan surat
terbuka yang sengaja aku tulis di blog ini. Supaya bisa selalu terbaca olehku,
dan kemungkinan juga terbaca oleh cucumu. Bahwa neneknya dulu adalah seorang
wanita yang tidak biasa.
42 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani hidup,
asam garam, pahit manis, sudah pasti engkau rasakan.
Aku senang mendengar ceritamu tentang masa kecilmu yang katamu, engkau berambut pirang dengan perawakan kecil mencari kayu membantu ibumu. Terjebak oleh umpan pemilik sawah ketika akan mengambil tumpukan yang engkau kira adalah beras. Bermain main dengan saudaramu. Makan ikan patin. Berenang di sungai. Dan, naik sepeda menuju ke sekolah.Engkau sering membandingkan, zaman dimana engkau hidup perlu berjuang sesemangat mungkin untuk mempertahankan hidupmu dengan zaman sekarang dimana anak-anakmu termasuk aku tidak perlu melakukan hal yang sama seperti apa yang engkau lakukan pada masa mudamu dulu. Dan aku, berterima kasih akan hal itu. Terima kasih telah berjuang untuk aku, Jo, dan Ray. Terima kasih tidak membiarkan kami hidup kekurangan seperti sekarang ini. Terima kasih untuk setiap hembusan nafasmu yang kau prioriitaskan adalah kami, anak-anakmu.
Mama, mungkin ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk
membalas semuanya yang telah engkau lakukan untuk kami sampai detik ini. Tapi percayalah,
ketiga putramu akan berbakti kepadamu dengan cara kami masing-masing. Meski kami
sering membantah pilihanmu atau keinginanmu pada ujungnya kami tetap akan
menuju akhir seperti keinginanmu.
Mama, selamat ulangtahun. Barakallah fii umrik. Semoga Allah selalu melimpahkan berkah-Nya untukmu.Sekali lagi, aku keluhkan. Aku tidak bisa hidup tanpa sosokmu. Masih ingatkah, beberapa hari yang lalu ketika ku adukan padamu bahwa radangku kumat dan aku mulai menangis mengharapkan kehadiranmu……percayalah aku tidak bermaksud membuatmu sedih atau menambah beban pikiranmu yang kebetulan kedua anak lelakimu juga sedang sakit. Tetapi, rasanya pada hari itu dimana ketika engkau berbicara denganku via telephone, rasanya aku memang dalam keadaan kacau. Aku sedang benar-benar rindu, sakit, dan harus tetap belajar karena ujian akhir semester sialan ini yang harusnya bisa kuhadapi tanpa mengeluh. Maafkan kelakuanku yang sepertinya terdengar tidak bertanggungjawab atas pilihanku sendiri untuk hidup jauh darimu seperti ini. Tapi, percayalah lagi padaku. Hidup jauh dari sosokmu bukanlah hal yang mudah, walau apapun alasannya memang bukan hal yang mudah.
Selamat ulangtahun Mama, semoga Allah memanjangkan umurmu
untukku. Supaya aku bisa berbakti kepadamu, sesuai do’amu kepada-Nya. Semoga semakin
sayang dengan Papa, aku, Jo, dan Ray.
Jangan bosan denganku, jangan berhenti berdo’a untukku. Selamat
ulangtahun, Mama.
From Surakarta with love,
Bella.
Senin, 29 Juni 2015
Ramadan Tahun Ini
Lama tak bercerita ternyata hari ini aku memasuki UAS untuk
kenaikan tingkat 2 atau menuju semester 3. Semester 3 yang katanya lebih berat
diantara semester sebelum dan sesudahnya, memilih lanjut kuliah atau menikah? Itu
jika kamu punya calon suami/istri yang siap kamu ajak makan dengan cinta saja…..hahaha
begitulah intermezonya.
Sekarang, sampai tanggaj 11 Juli 2015 aku harus memaksakan
diri untuk membaca setidaknya memahami materi kisi-kisi UAS yang telah
kudapatkan dari dosen. Mencoba memahami, untungnya semenjak aku kost dan jauh
dari televisi syaraf motorik dan sensorikku mudah sekali menangkap apa yang
dibicarakan orang atau penjelasan dari orang lain mengenai hal-hal apapun itu. Atau
bisa di bilang sekarang aku lebih mudah menangkap pembicaraan seseorang
mengenai apapun itu. Cara belajarku mulai seimbang, baik audio maupun visual. Walaupun
tidak begitu sempurna, sekiranya ada perubahan positif dari aku yang
sebelumnya. Daya ingatku juga cukup tajam. Baiklah.
UAS bulan ini aku mengalami pergolakkan emosional yang tidak
stabil, aku lebih mudah marah dan berapi-api, aku lebih mudah terkendali emosi
bukan aku yang mengendalikan emosi. Tetapi aku mencoba meredamnya, aku tahu aku
sekarang berada dimana. Bukan di kota milikku, Jakarta. Bukan, aku sedang
menumpang di kota orang, aku yakin apabila aku tidak bisa mengontrol emosiku
pada beberapa hari ini, habis sudah orang-orang yang hanya bisanya berkomentar
tanpa aksi. Habis!!!!
Kebetulan sekali bulan ini bulan Ramadan, aku semakin
berusaha keras menekan emosiku. Bagaimana juga aku sadar efek apa yang akan
terjadi apabila aku balik melawan mereka. Tenang saja, karma datang tepat
waktu. Kamu hanya perlu duduk disana di tempatmu, jangan banyak bicara terima
saja tamu yang bernama “KARMA”.
Di agamaku diajarkan bagaimana cara berdoa dengan baik, maka
yang bisa aku lakukan saat ini hanyalah berdoa semoga kamu-kamu-kamu
mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Jazakallah khair.
Ramadan tahun ini berbeda sekali dengan Ramadan tahun lalu,
tahun ini aku sahur dengan menu makanan yang seadanya. Tahun lalu, aku bahkan
bingung mau sahur pakai apa terlebih dahulu. Tahun ini aku berbuka dengan
sesederhana mungkin, menghemat uang bulanan yang diberikan mamaku. Tahun ini
aku mencoba menjual makanan yang mereka sebut martabak mini, lumayan untuk bayar
kost hehehe ternyata banyak juga yang memesan, tetapi banyak juga yang mencibir
ya namanya juga manusia yaaa… Nabi Muhammad SAW yang sempurna aja masih ada
yang benci. Apalagi aku? Aku mah sadar……
Bagian ini, bagian penutup yang menurutku mengharukan. Untuk
pertama kalinya dia sebut saja Masa Depan (aamiin) memberi semangat sekaligus
mengatakan cepat pulang! Memang manusia yang susah di tebak, ya gimana ya.... gak mau
baper juga sih mungkin dia si Masa Depan juga udah pernah berada dalam posisi
menyedihkan begini puasa dan tarawih di kampung orang tanpa orangtua. Jadi yaaaaa
jangan baperrrr hehehehe……
Kamu tau bagaimana sulitnya menerjemahkan perasaan ini,
Antara sebatas obsesi ingin memiliki atau setia menanti
memang beda tipis
Tapi sejauh ini, apabila kamu bertanya apakah aku masih
yakin denganmu?
Maka jawabannya belum berubah,
Jika nanti jawaban keyakinanku bukan lagi kamu, segera aku
beritahukan.
Itu tandanya Allah menjawab do’aku bahwa aku harus
meninggalkan.
Terima kasih, telah menjadi hujan yang selalu dirindukan.
Selamat malam dari aku yang masih meyakini kamu,
Bella
Kamis, 26 Maret 2015
Happy Wedding Anniversary, dear mom and dad......
Telah terucap janji, akan sehidup semati
Sampai raga tak lagi berpeluk, sampai nanti
Sampai jiwa tetap bertemu, dalam syurga-Mu
Rukun dan bahagai selalu, mamah dan papahku.…
Selamat hari ulang tahun pernikahan ke-20…..yang artinya 3
hari lagi aku akan berumur 19 tahun.
Mah pah, semoga dengan bertambahnya usia pernikahan mamah
dengan papah tahun ini kalian berdua bisa saling lebih mencintai satu sama
lain….bisa lebih mencintai aku, Jo, dan Ray lebih dari sebelumnya.
Aku menulis ini sambil membayangkan kelanggengan kalian
berdua yang sudah mencapai 20 tahun ini dan semoga sampai nanti kakek nenek….
Pastinya banyak perjalanan bahtera rumah tangga yang tidak selalu lurus yang
kalian lewati berdua.
Bagaimana perjalanan cinta kalian sejak pertama kali kalian
dipertemukan? Pasti sangat manis untuk kembali di kenang. Aku, anakmu…Bella
ingin juga merasakan hal yang semanis itu ah….lebih tepatnya lebih dari sekadar
manis dari cerita saat kalian dipertemukan. Hehehe….
Mah, aku berharap kedepannya mamah akan jauh lebih baik lagi
dalam mengambil keputusan berupa keputusan apapun termasuk nantinya keputusan
menyetujui siapa yang pantas menjadi pendamping hidupku. Oke, kita bahas ini
lagi ya mah….udah mau 19 tahun loh masih jomblo ngenes gini mbok mesakke karo
aku iki lhoooo opo iyo mengko nek wes arepe wisuda ijek jomblo? Ki piyeeee
kiiiii wkwkwk
Baiklah, lupakan saja itu hanya sekadar intermezzo, semoga
mamah semakin nurut sama papah ya mah. Aku pernah mendengar bahwa ”Syurga
seorang istri ada pada suaminya” seperti itu bunyinya……. Dan semoga mamah
semakin sabar menghadapi aku, terutama anak mamah perempuan satu-satunya yang
terbiasa manja, apa-apa selalu maunya sendiri, nyebelin, bikin kesel terus,
gendut, item, katanya sih jelek…..terus hidup lagi wkwk boong deng aku udah gak
kayak gitu kan ya mah? Apalagi nanti kalo kita ketemu, ya pasti semakin ada
perubahan dalam diriku. Semoga semakin sabar menghadapi 2 anak laki-laki mamah
yang kembar tapi beda itu…..mereka yang akan membela mama mati-matian selain
aku. Suatu hari nanti. Percayalah. Apalagi mereka lahir dari rahim seorang ibu
yang cerdas, sudah dipastikan mereka takkan lupa darimana asal mereka.
Tetaplah menjadi mamahku yang hatinya lembut seperti sutra,
walaupun nada bicaranya tidak lembut seperti wanita jawa karena emang udah
turunannya begitu ya tapi tetep aja kan namanya inner beauty tetep
terpancar……aku……sayang……..mamah :”)
Dan……………
Teruntuk papahku, YOU ARE STILL BE MY KING EVEN I WILL FIND
MY PRINCE CHARMING.
Selamat anniversary ke-20. Papah tau gak apa yang Bella
banggain dari papah? Papah sejauh ini setia, tidak pernah sekalipun aku melihat
papah berusaha menggoda wanita lain seperti yang dilakukan laki-laki yang
seumuran papah pada umumnya sedang puber kedua…..papah begitu setia. Entah
bagaimana caranya, papah tetap mencintai mamah. Sampai detik ini, betul kan
pah?
Aku berharap, kelak suatu hari nanti…..suamiku seperti
papah. Selain tampan, dia harus seperti papah…..setia. Selain setia, papah
selalu sabar…jadi calon imaamku juga harus sabar…...terutama sabar mendengar
ocehan mamah ketika mamah merasa lelah. Papah lebih memilih diam dan
mendengarkan keluh kesah mamah. Ah, pasti bahagia sekali menjadi mamah…..
Pah, terima kasih telah setia bersama kami. Tetap setia lagi
sampai nanti aku bisa membuatmu bangga. Aku, anak manis yang manja itu. Yang
anak papah satu-satunya wanita yang dulu buat ngurus dirinya aja gak bisaaaaaa
yang dulu cuci baju aja malessss yang dulu bisanya makan tidur makan tidur yang
dulu males belajar……dulu. Sekarang, aku sudah bukan anak papah yang seperti
itu…aamiin, semoga saja.
Pah, mah….. sabar ya? Sedikit lagi Bella wisuda kok… D3 dulu
gapapa kan ya? Nanti S1 nyusul…..abis itu lanjut S2….S3 (aamiin)
Salam sayang, peluk cium……
Bukan lagi anak manja, Bella.
Sabtu, 14 Februari 2015
Bacalah, rasakan, jangan terbawa perasaan, ini hanya tulisan
Selamat malam, 14 Februari 2015.
Sudah lama sekali tidak menulis disini, ku temukan laba-laba disini...ah bahkan ada cicak juga.....
Tidak, tidak ada niat untuk sengaja menulis pada tanggal 14 ini. Aku hanya kebetulan saja, baiklah....selamat menikmati.
Setelah kelulusanku dari SMAK Tunas Medika, ku lanjutkan studi ke AAK Nasional Surakarta. Sengaja ku pilih lokasi yang jauh dari Jakarta. Alasannya adalah, ku ingin menghirup udara baru, dengan orang-orang baru yang awalnya ku pikir pasti menyenangkan akan bersosialisasi dengan mereka, dan ternyata memang benar. Menyenangkan. Baik. Ramah. Sopan.
Mengapa ku pilih kampus ini, karena ku pikir, sayang sekali jika aku harus melanjutkan studi dengan prodi yang berbeda, mama ku sudah terlanjur menjebloskan ku ke dalam lubang yang penuh dengan lumpur, sekalian saja ku berenang bersama lumpur-lumpur itu. Studi yang ku lanjutkan adalah prodi D3 Analis Kesehatan. Swasta? Ya. Karena prodi Analis Kesehatan belum menjamur seperti prodi prodi lain. Analis Kesehatan belum di pandang dengan kedua mata oleh pemerintah. Padahal peran kami bersanding di sebelah dokter, memeriksa spesimen dari cairan tubuh dan kemudian dokter yang memutuskan diagnosanya. Karena tidak semua sakit berasal dari hati :)
Hari ini pembagian Indeks Prestasi atau IP
Aku sedang berada di Jakarta, ku menyesal mengapa aku tidak pulang sesuai jadwal liburan. Tapi bagimana lagi aku rindu suasana rumah. Libur Desember kemarin sedikit sekali. Tidak puas. Percayalah, tempat yang paling nyaman adalah rumah. Sejauh apapun kamu pergi, selebar apapun kamu melangkah, rumah adalah tempat yang akan selalu kamu rindukan. Entah untuk tempat bersandar, walau sekadar menyandarkan diri atas lelah. Tidak ada tempat senyaman rumah. Percayalah..............
Ku dengar dari teman-temanku, IP mereka di atas 3 koma. Rata-rata nilai mereka B. Alhamdulillah, setidaknya itu bisa menjadi patokan untuk ku. Aku sedikit tenang, sekiranya IP milikku di atas 3.
Kau tau, ada kalimat yang akhirnya ku percayai.
Bahwa hasil tidak akan mengkhianati prosesnya
Ya, itulah. Banyak pengalaman hidup yang ku dapatkan jauh dari mama dan papa ku. Ku tangani apapun yang terjadi dalam hidupku sejak saat itu dengan sendiri. Yang lalu, apa-apa pasti mama mama mama dan papa ku yang harus turun tangan.
Selama kurang lebih 6 bulan aku sudah lebih dari 2x sakit dan tidak berobat, mereka bilang homesick. Atau sakit yang merindukan rumah. Ku sengaja tidak berobat ke dokter, karena aku memang tidak suka minum obat-obatan dalam bentuk apapun. Selain itu aku tidak mau tubuhku manja, sedikit-dikit obat dan obat. Karena aku tau apa dampak daripada konsumsi obat-obatan.
Surakarta, Jawa Tengah. Atau Solo.
Dari populasinya dominan orang Cina yang faseh berbahasa Jawa. Overall they are very nice and always humble. Alhamdulillah, lingkaranku orang-orang baik semua. Allah mengenalkan ku dengan orang-orang baik yang sekarang kemungkinan mereka sudah bisa menerimaku. Yang awalnya-aku sulit-berbahasa Jawa. Sak iki aku wes iso boso Jowo nuuuu. Hehehe
Disana aku punya kakak tingkat yang bisa dibilang-nyebelin- tapi nyenengin juga sih ya, abis gimana.....mau wisuda sih sebentar lagi. Jadi takutnya gampang kangen kalo sekarang dijahatin....Hehehe yang sedang ku deskripsikan adalah Hermawan Wicaksono. Mas Mawan, Kak Mawan, Mas Wicak, Papah, Papski, Daddy.
He is really handsome now. Wkwkwk tuh pah.... laku deh kamu abis ini.
Dulu beliau kakak kelas di SMAK sekarang kakak tingkat disini, ketika ku tulis ini, dia adalah mahasiswa tingkat akhir, yaaaaaa yang artinya akan lulus setelah ini.
Ada lagi, Alifia Wisdayanti Pangestika.
Kalo yang ini cantiknya gak usah diragukan lagi deh ya. Cuma agak sedikit lemot. Baik banget deh sudah kuanggap seperti Mbak Wisda, Kakak, Mamah, ya pokoknya I love You. Sama kakak ini juga kakak tingkat akhir.
Satunya yang mau wisuda juga Padmonobo Kunto Pambudi. Kalo kakak tingkat yang ini.....hm I didnt really close to him. Cuma aslinya kocak ternyata. Hahaha. Perjalanan ke Jogjakarta yang bikin aku tau gimana dia aslinya. Kalo di kampus emang kayak gak kenal gitu.
The one and only, Ilham Romadhona.
Kakak tingkat dua ketika ku tulis tentangnya disini. Baik, menyenangkan, sukanya nyembunyiin perasaan. But you cant hide it from me, kak :p
Temen satu kostan, dari SMAK, sehidup semati sepenanggungan. Siti Hafifah.
Kenapa namanya harus Siti coba.............hufth
Kalo sama Sifa tuh aku berasa punya adek lagi dalam wujud yang udah gede. Baik. Baik banget deh dia........kadang kalo ada maunya harus harus gitu kan ya....hufth
Ada lagi mereka yang di kelas dekat dengan ku.
Inti Januarisky, ku panggil dia Mami karena rasanya diantara mereka semua yang paling mengerti aku adalah manusia yang satu ini. Awalnya aku pikir dia pendiam. Ternayata memang benar petuah....
Dont judge the book by the cover
Ira Septiani, asalnya dari Riau ketika aku menulis dia dia sedang menjalin hubungan khusus dengan Muhammad Firdaus Ramdhani. Daus adalah laki-laki pertama yang menjadi temanku yang berasal dari Depok. Kami akrab dan akhirnya, Daus jadian sama Ira setelah melalui perjalanan panjang.
Ira ini sering ku panggil Bi. Bukan sebut saja Babi hahaha tapi karena dia pernah bilang dia cantik seperti Berbi.
Anak ini royal banget ya, ya ampun kalo lagi punya duit gak itung-itungan. Hobinya jalan-jalan. Gak capek lagi kan heran.....
Kholifah Lintang Laksito Resmi. She is the first one from SMAK Nasional that I known.
Yap. Dia orang pertama yang ku kenal ketika hari pertama masuk kampus. Panggil saja Lintang. Astaga dia suka dangduuuuuuuuuuuuuuuuuuut hahahaha. Gak nyangka kalo liat muka kalemnya mah. Ketika ku tulis ini dia sedang dalam keadaan LDR bersama Kandanya. Semoga langgeng. Anak ini rajin banget deh ampun, dia sekretaris paling rajin yang pernah kutemui. Baik? Sudah pastiiiiiiiiiiiiii
Destyani Sekar Mirah, kecil deh anaknya kayak Sifa. Cuma yang ini tuh aduh pikirannya suka ambigu. Hahahah. Baik banget waktu natal aku di kasih kado, kadonya sabun cuci tangan karena dia tau aku jarang mandi kali ya hahaha enggak deng.....karena aku dikit dikit cuci tangan. Emang sok bersih si Bella.
Alhamdulillah IP anak ini tembus 3 koma lewat. Sesuai tempelan di laptopnya...
Totot Fighting!
Anak ini paling bisa mencairkan suasana loh, kalo keadaan lagi panas dia jago bikin suasana jadi digin abis itu netral. Ya semacam penetralisir hal negatif gitu ya...............
Oke, this is the last one.
Avin Loesyawan, dulu waktu jaman jamannya PPS aku suka manggilin dia karena aku tau hidup dan matiku di kampus ketika praktik maupun berkelompok akan bersama dia. Ya ceritanya PDKT dan SKSD gitu deh.....ternyata.....Alhamdulillah wa syukurilah. I know Im the luckiest one. Aku bersyukur punya partner seperti kamu. Aku sayang kamu, Koko. Hehehe.
Tadinya gak ada yang manggil dia Koko cuma begitu aku rasa aku cukup akrab sama dia, ya aku iseng ku panggil dia Koko and then satu kelas pada manggil Koko. Hahahahaha emang deh Bella sukanya cari huru-hara.
Koko tuh, jauh dari kata negative, he is always possssssitive.
Hampir bisa dibilang perfectly perfect but......
No body is perfect!
Aku juga dekat dengan teman-teman sekelasku cuma yang paling sering ku gauli adalah mereka... Hahaha ku gauli halah halah......
Yap! Cukup sampai disini, sampai ketemu dalam aksara berikutnya.
Selamat malam.........................chup!
Sudah lama sekali tidak menulis disini, ku temukan laba-laba disini...ah bahkan ada cicak juga.....
Tidak, tidak ada niat untuk sengaja menulis pada tanggal 14 ini. Aku hanya kebetulan saja, baiklah....selamat menikmati.
Setelah kelulusanku dari SMAK Tunas Medika, ku lanjutkan studi ke AAK Nasional Surakarta. Sengaja ku pilih lokasi yang jauh dari Jakarta. Alasannya adalah, ku ingin menghirup udara baru, dengan orang-orang baru yang awalnya ku pikir pasti menyenangkan akan bersosialisasi dengan mereka, dan ternyata memang benar. Menyenangkan. Baik. Ramah. Sopan.
Mengapa ku pilih kampus ini, karena ku pikir, sayang sekali jika aku harus melanjutkan studi dengan prodi yang berbeda, mama ku sudah terlanjur menjebloskan ku ke dalam lubang yang penuh dengan lumpur, sekalian saja ku berenang bersama lumpur-lumpur itu. Studi yang ku lanjutkan adalah prodi D3 Analis Kesehatan. Swasta? Ya. Karena prodi Analis Kesehatan belum menjamur seperti prodi prodi lain. Analis Kesehatan belum di pandang dengan kedua mata oleh pemerintah. Padahal peran kami bersanding di sebelah dokter, memeriksa spesimen dari cairan tubuh dan kemudian dokter yang memutuskan diagnosanya. Karena tidak semua sakit berasal dari hati :)
Hari ini pembagian Indeks Prestasi atau IP
Aku sedang berada di Jakarta, ku menyesal mengapa aku tidak pulang sesuai jadwal liburan. Tapi bagimana lagi aku rindu suasana rumah. Libur Desember kemarin sedikit sekali. Tidak puas. Percayalah, tempat yang paling nyaman adalah rumah. Sejauh apapun kamu pergi, selebar apapun kamu melangkah, rumah adalah tempat yang akan selalu kamu rindukan. Entah untuk tempat bersandar, walau sekadar menyandarkan diri atas lelah. Tidak ada tempat senyaman rumah. Percayalah..............
Ku dengar dari teman-temanku, IP mereka di atas 3 koma. Rata-rata nilai mereka B. Alhamdulillah, setidaknya itu bisa menjadi patokan untuk ku. Aku sedikit tenang, sekiranya IP milikku di atas 3.
Kau tau, ada kalimat yang akhirnya ku percayai.
Bahwa hasil tidak akan mengkhianati prosesnya
Ya, itulah. Banyak pengalaman hidup yang ku dapatkan jauh dari mama dan papa ku. Ku tangani apapun yang terjadi dalam hidupku sejak saat itu dengan sendiri. Yang lalu, apa-apa pasti mama mama mama dan papa ku yang harus turun tangan.
Selama kurang lebih 6 bulan aku sudah lebih dari 2x sakit dan tidak berobat, mereka bilang homesick. Atau sakit yang merindukan rumah. Ku sengaja tidak berobat ke dokter, karena aku memang tidak suka minum obat-obatan dalam bentuk apapun. Selain itu aku tidak mau tubuhku manja, sedikit-dikit obat dan obat. Karena aku tau apa dampak daripada konsumsi obat-obatan.
Surakarta, Jawa Tengah. Atau Solo.
Dari populasinya dominan orang Cina yang faseh berbahasa Jawa. Overall they are very nice and always humble. Alhamdulillah, lingkaranku orang-orang baik semua. Allah mengenalkan ku dengan orang-orang baik yang sekarang kemungkinan mereka sudah bisa menerimaku. Yang awalnya-aku sulit-berbahasa Jawa. Sak iki aku wes iso boso Jowo nuuuu. Hehehe
Disana aku punya kakak tingkat yang bisa dibilang-nyebelin- tapi nyenengin juga sih ya, abis gimana.....mau wisuda sih sebentar lagi. Jadi takutnya gampang kangen kalo sekarang dijahatin....Hehehe yang sedang ku deskripsikan adalah Hermawan Wicaksono. Mas Mawan, Kak Mawan, Mas Wicak, Papah, Papski, Daddy.
He is really handsome now. Wkwkwk tuh pah.... laku deh kamu abis ini.
Dulu beliau kakak kelas di SMAK sekarang kakak tingkat disini, ketika ku tulis ini, dia adalah mahasiswa tingkat akhir, yaaaaaa yang artinya akan lulus setelah ini.
Ada lagi, Alifia Wisdayanti Pangestika.
Kalo yang ini cantiknya gak usah diragukan lagi deh ya. Cuma agak sedikit lemot. Baik banget deh sudah kuanggap seperti Mbak Wisda, Kakak, Mamah, ya pokoknya I love You. Sama kakak ini juga kakak tingkat akhir.
Satunya yang mau wisuda juga Padmonobo Kunto Pambudi. Kalo kakak tingkat yang ini.....hm I didnt really close to him. Cuma aslinya kocak ternyata. Hahaha. Perjalanan ke Jogjakarta yang bikin aku tau gimana dia aslinya. Kalo di kampus emang kayak gak kenal gitu.
The one and only, Ilham Romadhona.
Kakak tingkat dua ketika ku tulis tentangnya disini. Baik, menyenangkan, sukanya nyembunyiin perasaan. But you cant hide it from me, kak :p
Temen satu kostan, dari SMAK, sehidup semati sepenanggungan. Siti Hafifah.
Kenapa namanya harus Siti coba.............hufth
Kalo sama Sifa tuh aku berasa punya adek lagi dalam wujud yang udah gede. Baik. Baik banget deh dia........kadang kalo ada maunya harus harus gitu kan ya....hufth
Ada lagi mereka yang di kelas dekat dengan ku.
Inti Januarisky, ku panggil dia Mami karena rasanya diantara mereka semua yang paling mengerti aku adalah manusia yang satu ini. Awalnya aku pikir dia pendiam. Ternayata memang benar petuah....
Dont judge the book by the cover
Ira Septiani, asalnya dari Riau ketika aku menulis dia dia sedang menjalin hubungan khusus dengan Muhammad Firdaus Ramdhani. Daus adalah laki-laki pertama yang menjadi temanku yang berasal dari Depok. Kami akrab dan akhirnya, Daus jadian sama Ira setelah melalui perjalanan panjang.
Ira ini sering ku panggil Bi. Bukan sebut saja Babi hahaha tapi karena dia pernah bilang dia cantik seperti Berbi.
Anak ini royal banget ya, ya ampun kalo lagi punya duit gak itung-itungan. Hobinya jalan-jalan. Gak capek lagi kan heran.....
Kholifah Lintang Laksito Resmi. She is the first one from SMAK Nasional that I known.
Yap. Dia orang pertama yang ku kenal ketika hari pertama masuk kampus. Panggil saja Lintang. Astaga dia suka dangduuuuuuuuuuuuuuuuuuut hahahaha. Gak nyangka kalo liat muka kalemnya mah. Ketika ku tulis ini dia sedang dalam keadaan LDR bersama Kandanya. Semoga langgeng. Anak ini rajin banget deh ampun, dia sekretaris paling rajin yang pernah kutemui. Baik? Sudah pastiiiiiiiiiiiiii
Destyani Sekar Mirah, kecil deh anaknya kayak Sifa. Cuma yang ini tuh aduh pikirannya suka ambigu. Hahahah. Baik banget waktu natal aku di kasih kado, kadonya sabun cuci tangan karena dia tau aku jarang mandi kali ya hahaha enggak deng.....karena aku dikit dikit cuci tangan. Emang sok bersih si Bella.
Alhamdulillah IP anak ini tembus 3 koma lewat. Sesuai tempelan di laptopnya...
Totot Fighting!
Anak ini paling bisa mencairkan suasana loh, kalo keadaan lagi panas dia jago bikin suasana jadi digin abis itu netral. Ya semacam penetralisir hal negatif gitu ya...............
Oke, this is the last one.
Avin Loesyawan, dulu waktu jaman jamannya PPS aku suka manggilin dia karena aku tau hidup dan matiku di kampus ketika praktik maupun berkelompok akan bersama dia. Ya ceritanya PDKT dan SKSD gitu deh.....ternyata.....Alhamdulillah wa syukurilah. I know Im the luckiest one. Aku bersyukur punya partner seperti kamu. Aku sayang kamu, Koko. Hehehe.
Tadinya gak ada yang manggil dia Koko cuma begitu aku rasa aku cukup akrab sama dia, ya aku iseng ku panggil dia Koko and then satu kelas pada manggil Koko. Hahahahaha emang deh Bella sukanya cari huru-hara.
Koko tuh, jauh dari kata negative, he is always possssssitive.
Hampir bisa dibilang perfectly perfect but......
No body is perfect!
Aku juga dekat dengan teman-teman sekelasku cuma yang paling sering ku gauli adalah mereka... Hahaha ku gauli halah halah......
Yap! Cukup sampai disini, sampai ketemu dalam aksara berikutnya.
Selamat malam.........................chup!
Langganan:
Postingan (Atom)