Assalamulaikum wr wb
Kisah hijrahku ini adalah kisah nyata yang
benar-benar terjadi kepadaku. Kutuliskan kisah ini semoga bisa menjadi
inspirasi yang positif untuk ukhti-ukhti yang sedang berpikir apakah aku harus
hijrah atau mengikuti fashion sesuai perkembangan zaman?
Bismillahirrahmanirrahim.
Awalnya aku adalah gadis dengan usia 18 tahun yang
berhijab namun belum sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Al-Qur’an
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)
Kala itu sebelum aku aktif dalam organisasi LDK di kampusku, sebelum aku mengenal Islam yang sesungguhnya, sebelum aku dipertemukan Allah SWT dengan muslim dan muslimah yang sama-sama istiqamah di jalan-Nya, aku bukanlah aku yang saat ini. Aku yang dulu adalah aku yang kurasa aku terlihat buruk dikalangan organisasi yang aku ikuti.
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)
Kala itu sebelum aku aktif dalam organisasi LDK di kampusku, sebelum aku mengenal Islam yang sesungguhnya, sebelum aku dipertemukan Allah SWT dengan muslim dan muslimah yang sama-sama istiqamah di jalan-Nya, aku bukanlah aku yang saat ini. Aku yang dulu adalah aku yang kurasa aku terlihat buruk dikalangan organisasi yang aku ikuti.
Apa itu LDK? LDK adalah Lembaga Dakwah Kampus atau
biasa yang kita kenal sebagai ROHIS atau Rohani Islam. Semua yang telah
ditetapkan oleh Allah bukanlah suatu kebetulan saja. Itu semua ditetapkan
oleh-Nya karena ada suatu tujuan atau hikmah di baliknya.
Allah menetapkanku sebagai wakil dari organisasi LDK
di kampusku. Aku yang bukan ahli agama, aku yang kurasa buruk dan tak layak
menjadi wakil dalam organisasi ini, aku yang ternyata di pilih Allah dengan
maksud dan tujuan lain. Berjalanlah organisasi ini sampai pada saatnya Allah
mempertemukanku dengan muslim dan muslimah dari kampus lain yang mereka adalah
aktivis muslim juga di kampusnya dan mereka juga adalah bagian dari perjalanan
hijrahku ini.
Pertemuan pertama, rasanya aku canggung sekali,
melihat hijabnya yang menutupi dada, wajahnya yang bercahaya, tuturkatanya yang
bahkan aku wanita merasa senang mendengarnya saat mereka berbicara. Akhlaknya
cantik dari dalam sehingga terpancar keluar bersamaan dengan penampilannya yang
sederhana namun membekas dan menggoda. Aku salaman dengan mereka. Sampai
akhirnya mereka mengajakku berbicara, ngobrol ini itu, singkat cerita, akhirnya
kami berpisah, dan Masya Allah! Mereka menyalamiku dan mencium kedua pipiku
bergantian, sontak aku terkejut dan tertegun seketika. Karena sebelumnya aku
tak pernah melakukan ini pada teman-temanku ketika kami akan berpisah atau
bahkan ketika kami bertemu dengan sengaja, padahal mereka baru kali pertama
bertemu denganku.
Pertemuan kedua, aku mendatangi acara yang dibuat
oleh PUSKOMDA FSLDK SOLORAYA aku ingat betul acara itu adalah acara santunan
anak yatim-piatu yang diadakan pada hari Minggu di Car Free Day daerah tempatku
menggali ilmu sekarang ini. FSLDK adalah Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah
Kampus yak benar sekali isinya adalah aktivis aktivis muslim dari berbagai
kampus di SoloRaya. Pada pertemuan kedua ini, aku mengenakan pakaian yang
menurutku layak, namun ternyata masih belum layak. Aku mengenakan hijab sedikit
lebih panjang dari biasanya, dan aku menggunakan 2 lapis hijab seperti mereka
para muslimah yang tergabung dalam acara tersebut, dan ternyata hijabku masih
kurang panjang untuk benar-benar menutupi dada. Aku menggunakan celana jeans,
sedang mereka para muslimah menggunakan rok dan baju gamis. Aku merasa sangat
buruk diantara mereka, aku merasa canggung dan sekaligus merasa sangat salah
kostum.
Pertemuan ketiga, aku mendatangi acara yang
mengumpulkan mereka para aktivis dakwah kampus di suatu kampus yang latar
belakangnya adalah kampus khusus untuk orang-orang muslim. Disana, aku
mengenakan pakaian selayaknya, kali ini ku panjangkan hijabku menutupi dada,
tapi sayangnya sampai disana aku kembali lagi menjadi satu-satunya yang memakai
celana jeans. Malu dan canggung kembali menghampiriku.
Waktu terus berjalan, aku memilih memperbaiki diri.
Aku memperbaiki kewajibanku, sebagaimana mestinya aku mengganti semua celana
jeansku dengan rok, dan kini hjabku panjang menutupi dada, shalat 5 waktu selalu
ku utamakan, puasa sunnah, shalat sunnah, dan sedekahku mulai aku perbaiki. Aku
pilih berhijrah. Aku pilih untuk menjadi Insya Allah lebih baik daripada aku
yang dulu.
Sempat menimbulkan banyak hujatan dari orang-orang
di sekelilingku saat aku memilih hijrah, mulai dari komentar + sampai –
Untungnya, keluargaku mendukung pilihanku, meski
awalnya papaku khawatir bahwa aku terjerumus kedalam aliran sesat atau nantinya
aku sulit mencari pekerjaan dengan penampilanku saat ini. Tetapi, aku yakinkan
papaku bahwa rezekiku sudah diatur oleh-Nya. Aku tidak takut, jika rezekiku
akan tertukar atau diambil oleh oranglain.
Aku tetap berdiri pada pilihanku untuk berhijrah,
aku hampir sempat kalah dengan hujatan negative dari orang-orang
disekelilingku. Mereka bilang penampilanku seperti seorang ibu-ibu, hijabku
terlalu panjang, dan sebagainya.
Pada saat itu aku terus berdo’a kepada-Nya
“Ya Allah Ya Rabb. Jauhkan aku dari orang-orang yang
dzalim. Selamatkanlah aku, tunjukkan aku jalan-Mu , jalan menuju Jannah-Mu.
Aamiin”
Sampai saat ini aku selalu berdo’a seperti itu. Aku
juga meminta kepada-Nya
“Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati,
tetapkanlah hatiku diatas agama-Mu”
Aku tahu imaan sifatnya naik turun, maka aku berdo’a
dan meminta supaya aku terus istiqamah dijalan-Nya.
Ku beritahu satu hal yang sangat amat menakjubkan,
bahwa do’a dan keyakinan adalah kunci keberhasilan. Ini sudah terjadi kepadaku.
Dan ku ingatkan kepada kalian, berharaplah hanya kepada Allah SWT karena hanya
kepada-Nya harapan yang kamu rapalkan dalam do’amu akan dikabulkan akan di buat
nyata dan bahkan akan dilebihkan dari apa yang kamu harapkan.
“Tidak mengapa mereka tidak menyukai penampilanku,
yang penting Allah suka dengan penampilanku. Aku akan tetap berpenampilan
seperti yang diinginkan-Nya.”
Sekian kisah nyata hijrahku. Semoga kita semua
selalu berada dalam jalan-Nya yang lurus menuju Jannah. Aamiin.
Sampai jumpa di kisahku selanjutnya....
Sampai jumpa di kisahku selanjutnya....
Wassalamualaikum wr wb

Tidak ada komentar:
Posting Komentar