Jadi bagaimana?
Ketahuilah
Wanita lebih suka menggunakan perasaan
Daripada logika
Itu mengapa ada feeling ibu
Karena wanita lebih mudah merasa
Dibandingkan berpikir
Jelas sudah
Jangan datang lagi
Karena sudah ku kunci
Seperti yang ku katakan
Terima kasih telah menjadi debar
Saat jantung lupa berdetak
Kita bisa berdamai
Menjadi teman
Bagaimana?
Menjaga silaturahmi selayaknya
Muslim dengan muslim
Sampai nanti,
Bella
Aksara sederhana, untuk kamu yang ada disana. Tetap seperti itu, menjadi kamu yang ku kenali. Jangan berubah.
Jumat, 31 Juli 2015
Rabu, 29 Juli 2015
An-Nur : 26
Bukankah setiap yang shaliha
Mendapatkan yang shalih?
Sebagimana firman Allah dalam Qur'an Surah An-Nur : 26
Bagaimana jika kita bermain
Bermain berdasarkan aturan kitab kita
Supaya yang kalah mendapatkan hukuman
Hukuman yang sesuai dengan isi kitab kita
Aku memilih menjadi aku
Aku sedang memperbaiki penampilanku
Penampilan yang layak untuk Allah
Bukan untuk kamu
Bukan untuk dia
Bukan untuk mereka
Aku ingin menjadi kesukaan Allah
Aku ingin menjadi kesayangan-Nya
Apabila aku kalah dalam permainan ini
Permainan dunia sebut saja cinta
Maka sudah pasti aku mendapatkan sebagaimana mestinya hukumanku
Tetapi, apabila aku menang
Aku berhak mendapatkan hak ku
Mendapatkan yang selayaknya untuk ku
Yang sifatnya tidak jauh berbeda seperti aku
Yang dia adalah cerminan akhlak ku
Yang kemudian juga dia akan menuntun ku menuju syurga yang dirundukan
Dan untuk kamu
Bermainlah, sebebas mungkin
Jangan lupa dengan aturan yang ada dalam kitab kita
Semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk kita
Pemenangnya akan terlihat setelah 6 tahun sejak aku menulis hari ini,
Bella
Senin, 27 Juli 2015
Bergeser
Pernah ku dengar
Jika yang serius
Takkan pernah meninggalkan
Dulu sempat ku berpikir
Untuk tetap tinggal
Dan takkan pernah pergi
Sampai di hari itu
Aku tetap di tempat
Menunggu kamu berbalik arah
Namun tidak demikian
Kamu tetap fokus
Melihat ke depan
Entah lupa
Atau sengaja meninggalkan
Aku sekarang menggeser arahku
Tak sehadap denganmu
Hanya bergeser beberapa derajat
Mencoba melangkah
Berdoalah semoga aku akan kembali
Kembali ke tempat awal
Dimana aku menunggumu
Jika aku tidak kembali
Semoga ini yang terbaik
Jika aku kembali
Berbaliklah sebelum semuanya semakin rumit
Aku,
Bella
Jika yang serius
Takkan pernah meninggalkan
Dulu sempat ku berpikir
Untuk tetap tinggal
Dan takkan pernah pergi
Sampai di hari itu
Aku tetap di tempat
Menunggu kamu berbalik arah
Namun tidak demikian
Kamu tetap fokus
Melihat ke depan
Entah lupa
Atau sengaja meninggalkan
Aku sekarang menggeser arahku
Tak sehadap denganmu
Hanya bergeser beberapa derajat
Mencoba melangkah
Berdoalah semoga aku akan kembali
Kembali ke tempat awal
Dimana aku menunggumu
Jika aku tidak kembali
Semoga ini yang terbaik
Jika aku kembali
Berbaliklah sebelum semuanya semakin rumit
Aku,
Bella
Minggu, 26 Juli 2015
Berhati-hatilah
Hai, Tuan
Jika mudah sekali bagimu untuk bertamu
Tidak masalah untukku menyambutmu
Sebagimana mestinya
Pemilik rumah
Menyambut tamu
Jika hanya ingin bertamu sebentar
Segeralah pergi
Bukan mengusir
Mungkin lebih baik begini
Ada peringatan di awal
Sebelum melangkah lebih jauh
Rumahku bukan untuk main main
Jika Tuan berniat buruk
Tidak mengapa
Ku serahkan padaNya
Karena Dia pasti akan memberitahu aku
Bagaimanapun caranya
Semua bisa berubah
Kapan saja
Begitupun dengan pemilik rumah
Dia akan mengusir tamunya
Apabila tamu tersebut gegabah
Berhati-hatilah,
Bella
Jika mudah sekali bagimu untuk bertamu
Tidak masalah untukku menyambutmu
Sebagimana mestinya
Pemilik rumah
Menyambut tamu
Jika hanya ingin bertamu sebentar
Segeralah pergi
Bukan mengusir
Mungkin lebih baik begini
Ada peringatan di awal
Sebelum melangkah lebih jauh
Rumahku bukan untuk main main
Jika Tuan berniat buruk
Tidak mengapa
Ku serahkan padaNya
Karena Dia pasti akan memberitahu aku
Bagaimanapun caranya
Semua bisa berubah
Kapan saja
Begitupun dengan pemilik rumah
Dia akan mengusir tamunya
Apabila tamu tersebut gegabah
Berhati-hatilah,
Bella
Sabtu, 25 Juli 2015
As sweet as sugar
Still Counting
Even we are not always together
Thank you for being my sisters from another mother
Setiap pertemuan yang kita ciptakan
Selalu ada hasil yang mengejutkan
Ternyata sejauh apapun kita melangkah
Kita tetap kembali ke dua kata
Kata yang umum di ungkapkan
Kata pertama itu adalah nyaman
Setelah nyaman
Kita temukan kata berikutnya
Ialah setia
Keduanya saling berkaitan
Sebagaimana kita
Nyaman dan setia
Ternyata menyatukan pikiran dan hati
Tidak semudah berteori
Apabila keduanya tidak menyatu
Maka takkan kita temukan
Nyaman dan setia
Terima kasih telah membuatku
Nyaman dan setia
Sampai sejauh ini
Tahun depan
Kita akan merayakannya
7 tahun kebersamaan kita
Siapa sangka
Sudah sejauh ini
Jika di ibaratkan seorang anak
Mungkin sudah menginjak sekolah dasar
Ku semogakan
Hubungan ini terus berjalan
Sampai nanti raga ini terpisah dari jiwa
Aku sayang kalian,
sangat sayang
Bella
Even we are not always together
Thank you for being my sisters from another mother
Setiap pertemuan yang kita ciptakan
Selalu ada hasil yang mengejutkan
Ternyata sejauh apapun kita melangkah
Kita tetap kembali ke dua kata
Kata yang umum di ungkapkan
Kata pertama itu adalah nyaman
Setelah nyaman
Kita temukan kata berikutnya
Ialah setia
Keduanya saling berkaitan
Sebagaimana kita
Nyaman dan setia
Ternyata menyatukan pikiran dan hati
Tidak semudah berteori
Apabila keduanya tidak menyatu
Maka takkan kita temukan
Nyaman dan setia
Terima kasih telah membuatku
Nyaman dan setia
Sampai sejauh ini
Tahun depan
Kita akan merayakannya
7 tahun kebersamaan kita
Siapa sangka
Sudah sejauh ini
Jika di ibaratkan seorang anak
Mungkin sudah menginjak sekolah dasar
Ku semogakan
Hubungan ini terus berjalan
Sampai nanti raga ini terpisah dari jiwa
Aku sayang kalian,
sangat sayang
Bella
Kamis, 23 Juli 2015
Selamat Datang, Tuan
Selamat datang
Untuk tamu baru
Yang datang tanpa undangan
Semoga kunci yang kau bawa
Sesuai dengan gemboknya
Jika tidak sesuai
Terima kasih telah datang
Menjadi debar
Saat jantung lupa berdetak
Aku agak sulit membiasakan diri
Menyambut yang baru seperti kamu
Karena mungkin masih terbiasa sendiri
Atau trauma
Trauma dengan tamu yang sebelumnya
Datang hanya memberikan kenangan
Pergi dengan kesenangan
Meninggalkan luka yang sedang kuperbaiki perlahan
Selamat datang, tuan
Semoga harimu menyenangkan
Pemilik rumah,
Bella.
Untuk tamu baru
Yang datang tanpa undangan
Semoga kunci yang kau bawa
Sesuai dengan gemboknya
Jika tidak sesuai
Terima kasih telah datang
Menjadi debar
Saat jantung lupa berdetak
Aku agak sulit membiasakan diri
Menyambut yang baru seperti kamu
Karena mungkin masih terbiasa sendiri
Atau trauma
Trauma dengan tamu yang sebelumnya
Datang hanya memberikan kenangan
Pergi dengan kesenangan
Meninggalkan luka yang sedang kuperbaiki perlahan
Selamat datang, tuan
Semoga harimu menyenangkan
Pemilik rumah,
Bella.
Senin, 13 Juli 2015
Secuil Rindu dari Kamu
Bolehkah aku berharap
Mendapatkan pengakuan rindu
Dari kamu
Tanpa aku minta
Ku ingin kau ucapkan saja
Tanpa aku paksa
Ku ingin mengetahuinya
Dari kamu
Tapi, apabila harapan itu semu
Mungkin memang aku tak pantas
Mendapat secuil rindu
Dari kamu
Aku sadar
Rinduku tak terbalaskan
Karena tak ku dapatkan
Secuil rindu itu dari kamu
Rindu kamu bukan untukku
Aku tau pasti
Karena sampai detik ini
Aku belum pernah mendapat pengakuan rindu
Dari kamu
Jelas sekali
Harapan ini hanya aksara saja
Tertulis namun tak nampak nyata
Dari aku yang mengharap secuil rindu,
Byolau.
Mendapatkan pengakuan rindu
Dari kamu
Tanpa aku minta
Ku ingin kau ucapkan saja
Tanpa aku paksa
Ku ingin mengetahuinya
Dari kamu
Tapi, apabila harapan itu semu
Mungkin memang aku tak pantas
Mendapat secuil rindu
Dari kamu
Aku sadar
Rinduku tak terbalaskan
Karena tak ku dapatkan
Secuil rindu itu dari kamu
Rindu kamu bukan untukku
Aku tau pasti
Karena sampai detik ini
Aku belum pernah mendapat pengakuan rindu
Dari kamu
Jelas sekali
Harapan ini hanya aksara saja
Tertulis namun tak nampak nyata
Dari aku yang mengharap secuil rindu,
Byolau.
Senin, 06 Juli 2015
6 Juli 2015
Teruntuk, Mamaku.
42 tahun sudah engkau menjalani hidupmu,
Yang pada awalnya tentu engkau takkan terbayang akan menjadi
bagian dari hidupku dan ku berikan engkau sebuah panggilan Mama, atau menjadi
bagian dari keluarga seorang lelaki yang sekarang sebut saja Imaam untukmu dan
Papa untuk ketiga putramu.
4 bulan sudah, setelah 4 bulan yang lalu. Aku jauh darimu,
Mama.
Aku, Bella. Anak pertamamu yang jika engkau masih ingat,
dulu hampir saja engkau menggugurkan kandunganmu hanya karena sebuah keadaan
dimana memang tidak seharusnya engkau melakukan hal itu. Tentunya jika pada
saat itu engkau melakukannya, maka hari ini engkau tidak akan mendapatkan surat
terbuka yang sengaja aku tulis di blog ini. Supaya bisa selalu terbaca olehku,
dan kemungkinan juga terbaca oleh cucumu. Bahwa neneknya dulu adalah seorang
wanita yang tidak biasa.
42 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani hidup,
asam garam, pahit manis, sudah pasti engkau rasakan.
Aku senang mendengar ceritamu tentang masa kecilmu yang katamu, engkau berambut pirang dengan perawakan kecil mencari kayu membantu ibumu. Terjebak oleh umpan pemilik sawah ketika akan mengambil tumpukan yang engkau kira adalah beras. Bermain main dengan saudaramu. Makan ikan patin. Berenang di sungai. Dan, naik sepeda menuju ke sekolah.Engkau sering membandingkan, zaman dimana engkau hidup perlu berjuang sesemangat mungkin untuk mempertahankan hidupmu dengan zaman sekarang dimana anak-anakmu termasuk aku tidak perlu melakukan hal yang sama seperti apa yang engkau lakukan pada masa mudamu dulu. Dan aku, berterima kasih akan hal itu. Terima kasih telah berjuang untuk aku, Jo, dan Ray. Terima kasih tidak membiarkan kami hidup kekurangan seperti sekarang ini. Terima kasih untuk setiap hembusan nafasmu yang kau prioriitaskan adalah kami, anak-anakmu.
Mama, mungkin ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk
membalas semuanya yang telah engkau lakukan untuk kami sampai detik ini. Tapi percayalah,
ketiga putramu akan berbakti kepadamu dengan cara kami masing-masing. Meski kami
sering membantah pilihanmu atau keinginanmu pada ujungnya kami tetap akan
menuju akhir seperti keinginanmu.
Mama, selamat ulangtahun. Barakallah fii umrik. Semoga Allah selalu melimpahkan berkah-Nya untukmu.Sekali lagi, aku keluhkan. Aku tidak bisa hidup tanpa sosokmu. Masih ingatkah, beberapa hari yang lalu ketika ku adukan padamu bahwa radangku kumat dan aku mulai menangis mengharapkan kehadiranmu……percayalah aku tidak bermaksud membuatmu sedih atau menambah beban pikiranmu yang kebetulan kedua anak lelakimu juga sedang sakit. Tetapi, rasanya pada hari itu dimana ketika engkau berbicara denganku via telephone, rasanya aku memang dalam keadaan kacau. Aku sedang benar-benar rindu, sakit, dan harus tetap belajar karena ujian akhir semester sialan ini yang harusnya bisa kuhadapi tanpa mengeluh. Maafkan kelakuanku yang sepertinya terdengar tidak bertanggungjawab atas pilihanku sendiri untuk hidup jauh darimu seperti ini. Tapi, percayalah lagi padaku. Hidup jauh dari sosokmu bukanlah hal yang mudah, walau apapun alasannya memang bukan hal yang mudah.
Selamat ulangtahun Mama, semoga Allah memanjangkan umurmu
untukku. Supaya aku bisa berbakti kepadamu, sesuai do’amu kepada-Nya. Semoga semakin
sayang dengan Papa, aku, Jo, dan Ray.
Jangan bosan denganku, jangan berhenti berdo’a untukku. Selamat
ulangtahun, Mama.
From Surakarta with love,
Bella.
Langganan:
Komentar (Atom)