Selamat malam, 14 Februari 2015.
Sudah lama sekali tidak menulis disini, ku temukan laba-laba disini...ah bahkan ada cicak juga.....
Tidak, tidak ada niat untuk sengaja menulis pada tanggal 14 ini. Aku hanya kebetulan saja, baiklah....selamat menikmati.
Setelah kelulusanku dari SMAK Tunas Medika, ku lanjutkan studi ke AAK Nasional Surakarta. Sengaja ku pilih lokasi yang jauh dari Jakarta. Alasannya adalah, ku ingin menghirup udara baru, dengan orang-orang baru yang awalnya ku pikir pasti menyenangkan akan bersosialisasi dengan mereka, dan ternyata memang benar. Menyenangkan. Baik. Ramah. Sopan.
Mengapa ku pilih kampus ini, karena ku pikir, sayang sekali jika aku harus melanjutkan studi dengan prodi yang berbeda, mama ku sudah terlanjur menjebloskan ku ke dalam lubang yang penuh dengan lumpur, sekalian saja ku berenang bersama lumpur-lumpur itu. Studi yang ku lanjutkan adalah prodi D3 Analis Kesehatan. Swasta? Ya. Karena prodi Analis Kesehatan belum menjamur seperti prodi prodi lain. Analis Kesehatan belum di pandang dengan kedua mata oleh pemerintah. Padahal peran kami bersanding di sebelah dokter, memeriksa spesimen dari cairan tubuh dan kemudian dokter yang memutuskan diagnosanya. Karena tidak semua sakit berasal dari hati :)
Hari ini pembagian Indeks Prestasi atau IP
Aku sedang berada di Jakarta, ku menyesal mengapa aku tidak pulang sesuai jadwal liburan. Tapi bagimana lagi aku rindu suasana rumah. Libur Desember kemarin sedikit sekali. Tidak puas. Percayalah, tempat yang paling nyaman adalah rumah. Sejauh apapun kamu pergi, selebar apapun kamu melangkah, rumah adalah tempat yang akan selalu kamu rindukan. Entah untuk tempat bersandar, walau sekadar menyandarkan diri atas lelah. Tidak ada tempat senyaman rumah. Percayalah..............
Ku dengar dari teman-temanku, IP mereka di atas 3 koma. Rata-rata nilai mereka B. Alhamdulillah, setidaknya itu bisa menjadi patokan untuk ku. Aku sedikit tenang, sekiranya IP milikku di atas 3.
Kau tau, ada kalimat yang akhirnya ku percayai.
Bahwa hasil tidak akan mengkhianati prosesnya
Ya, itulah. Banyak pengalaman hidup yang ku dapatkan jauh dari mama dan papa ku. Ku tangani apapun yang terjadi dalam hidupku sejak saat itu dengan sendiri. Yang lalu, apa-apa pasti mama mama mama dan papa ku yang harus turun tangan.
Selama kurang lebih 6 bulan aku sudah lebih dari 2x sakit dan tidak berobat, mereka bilang homesick. Atau sakit yang merindukan rumah. Ku sengaja tidak berobat ke dokter, karena aku memang tidak suka minum obat-obatan dalam bentuk apapun. Selain itu aku tidak mau tubuhku manja, sedikit-dikit obat dan obat. Karena aku tau apa dampak daripada konsumsi obat-obatan.
Surakarta, Jawa Tengah. Atau Solo.
Dari populasinya dominan orang Cina yang faseh berbahasa Jawa. Overall they are very nice and always humble. Alhamdulillah, lingkaranku orang-orang baik semua. Allah mengenalkan ku dengan orang-orang baik yang sekarang kemungkinan mereka sudah bisa menerimaku. Yang awalnya-aku sulit-berbahasa Jawa. Sak iki aku wes iso boso Jowo nuuuu. Hehehe
Disana aku punya kakak tingkat yang bisa dibilang-nyebelin- tapi nyenengin juga sih ya, abis gimana.....mau wisuda sih sebentar lagi. Jadi takutnya gampang kangen kalo sekarang dijahatin....Hehehe yang sedang ku deskripsikan adalah Hermawan Wicaksono. Mas Mawan, Kak Mawan, Mas Wicak, Papah, Papski, Daddy.
He is really handsome now. Wkwkwk tuh pah.... laku deh kamu abis ini.
Dulu beliau kakak kelas di SMAK sekarang kakak tingkat disini, ketika ku tulis ini, dia adalah mahasiswa tingkat akhir, yaaaaaa yang artinya akan lulus setelah ini.
Ada lagi, Alifia Wisdayanti Pangestika.
Kalo yang ini cantiknya gak usah diragukan lagi deh ya. Cuma agak sedikit lemot. Baik banget deh sudah kuanggap seperti Mbak Wisda, Kakak, Mamah, ya pokoknya I love You. Sama kakak ini juga kakak tingkat akhir.
Satunya yang mau wisuda juga Padmonobo Kunto Pambudi. Kalo kakak tingkat yang ini.....hm I didnt really close to him. Cuma aslinya kocak ternyata. Hahaha. Perjalanan ke Jogjakarta yang bikin aku tau gimana dia aslinya. Kalo di kampus emang kayak gak kenal gitu.
The one and only, Ilham Romadhona.
Kakak tingkat dua ketika ku tulis tentangnya disini. Baik, menyenangkan, sukanya nyembunyiin perasaan. But you cant hide it from me, kak :p
Temen satu kostan, dari SMAK, sehidup semati sepenanggungan. Siti Hafifah.
Kenapa namanya harus Siti coba.............hufth
Kalo sama Sifa tuh aku berasa punya adek lagi dalam wujud yang udah gede. Baik. Baik banget deh dia........kadang kalo ada maunya harus harus gitu kan ya....hufth
Ada lagi mereka yang di kelas dekat dengan ku.
Inti Januarisky, ku panggil dia Mami karena rasanya diantara mereka semua yang paling mengerti aku adalah manusia yang satu ini. Awalnya aku pikir dia pendiam. Ternayata memang benar petuah....
Dont judge the book by the cover
Ira Septiani, asalnya dari Riau ketika aku menulis dia dia sedang menjalin hubungan khusus dengan Muhammad Firdaus Ramdhani. Daus adalah laki-laki pertama yang menjadi temanku yang berasal dari Depok. Kami akrab dan akhirnya, Daus jadian sama Ira setelah melalui perjalanan panjang.
Ira ini sering ku panggil Bi. Bukan sebut saja Babi hahaha tapi karena dia pernah bilang dia cantik seperti Berbi.
Anak ini royal banget ya, ya ampun kalo lagi punya duit gak itung-itungan. Hobinya jalan-jalan. Gak capek lagi kan heran.....
Kholifah Lintang Laksito Resmi. She is the first one from SMAK Nasional that I known.
Yap. Dia orang pertama yang ku kenal ketika hari pertama masuk kampus. Panggil saja Lintang. Astaga dia suka dangduuuuuuuuuuuuuuuuuuut hahahaha. Gak nyangka kalo liat muka kalemnya mah. Ketika ku tulis ini dia sedang dalam keadaan LDR bersama Kandanya. Semoga langgeng. Anak ini rajin banget deh ampun, dia sekretaris paling rajin yang pernah kutemui. Baik? Sudah pastiiiiiiiiiiiiii
Destyani Sekar Mirah, kecil deh anaknya kayak Sifa. Cuma yang ini tuh aduh pikirannya suka ambigu. Hahahah. Baik banget waktu natal aku di kasih kado, kadonya sabun cuci tangan karena dia tau aku jarang mandi kali ya hahaha enggak deng.....karena aku dikit dikit cuci tangan. Emang sok bersih si Bella.
Alhamdulillah IP anak ini tembus 3 koma lewat. Sesuai tempelan di laptopnya...
Totot Fighting!
Anak ini paling bisa mencairkan suasana loh, kalo keadaan lagi panas dia jago bikin suasana jadi digin abis itu netral. Ya semacam penetralisir hal negatif gitu ya...............
Oke, this is the last one.
Avin Loesyawan, dulu waktu jaman jamannya PPS aku suka manggilin dia karena aku tau hidup dan matiku di kampus ketika praktik maupun berkelompok akan bersama dia. Ya ceritanya PDKT dan SKSD gitu deh.....ternyata.....Alhamdulillah wa syukurilah. I know Im the luckiest one. Aku bersyukur punya partner seperti kamu. Aku sayang kamu, Koko. Hehehe.
Tadinya gak ada yang manggil dia Koko cuma begitu aku rasa aku cukup akrab sama dia, ya aku iseng ku panggil dia Koko and then satu kelas pada manggil Koko. Hahahahaha emang deh Bella sukanya cari huru-hara.
Koko tuh, jauh dari kata negative, he is always possssssitive.
Hampir bisa dibilang perfectly perfect but......
No body is perfect!
Aku juga dekat dengan teman-teman sekelasku cuma yang paling sering ku gauli adalah mereka... Hahaha ku gauli halah halah......
Yap! Cukup sampai disini, sampai ketemu dalam aksara berikutnya.
Selamat malam.........................chup!