Jumat, 04 Desember 2015

Kisah Hijrahku

Assalamulaikum wr wb

Kisah hijrahku ini adalah kisah nyata yang benar-benar terjadi kepadaku. Kutuliskan kisah ini semoga bisa menjadi inspirasi yang positif untuk ukhti-ukhti yang sedang berpikir apakah aku harus hijrah atau mengikuti fashion sesuai perkembangan zaman?
Bismillahirrahmanirrahim.

Awalnya aku adalah gadis dengan usia 18 tahun yang berhijab namun belum sesuai dengan apa yang tertulis di dalam Al-Qur’an

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)

Kala itu sebelum aku aktif dalam organisasi LDK di kampusku, sebelum aku mengenal Islam yang sesungguhnya, sebelum aku dipertemukan Allah SWT dengan muslim dan muslimah yang sama-sama istiqamah di jalan-Nya, aku bukanlah aku yang saat ini. Aku yang dulu adalah aku yang kurasa aku terlihat buruk dikalangan organisasi yang aku ikuti.

Apa itu LDK? LDK adalah Lembaga Dakwah Kampus atau biasa yang kita kenal sebagai ROHIS atau Rohani Islam. Semua yang telah ditetapkan oleh Allah bukanlah suatu kebetulan saja. Itu semua ditetapkan oleh-Nya karena ada suatu tujuan atau hikmah di baliknya.
Allah menetapkanku sebagai wakil dari organisasi LDK di kampusku. Aku yang bukan ahli agama, aku yang kurasa buruk dan tak layak menjadi wakil dalam organisasi ini, aku yang ternyata di pilih Allah dengan maksud dan tujuan lain. Berjalanlah organisasi ini sampai pada saatnya Allah mempertemukanku dengan muslim dan muslimah dari kampus lain yang mereka adalah aktivis muslim juga di kampusnya dan mereka juga adalah bagian dari perjalanan hijrahku ini.

Pertemuan pertama, rasanya aku canggung sekali, melihat hijabnya yang menutupi dada, wajahnya yang bercahaya, tuturkatanya yang bahkan aku wanita merasa senang mendengarnya saat mereka berbicara. Akhlaknya cantik dari dalam sehingga terpancar keluar bersamaan dengan penampilannya yang sederhana namun membekas dan menggoda. Aku salaman dengan mereka. Sampai akhirnya mereka mengajakku berbicara, ngobrol ini itu, singkat cerita, akhirnya kami berpisah, dan Masya Allah! Mereka menyalamiku dan mencium kedua pipiku bergantian, sontak aku terkejut dan tertegun seketika. Karena sebelumnya aku tak pernah melakukan ini pada teman-temanku ketika kami akan berpisah atau bahkan ketika kami bertemu dengan sengaja, padahal mereka baru kali pertama bertemu denganku.

Pertemuan kedua, aku mendatangi acara yang dibuat oleh PUSKOMDA FSLDK SOLORAYA aku ingat betul acara itu adalah acara santunan anak yatim-piatu yang diadakan pada hari Minggu di Car Free Day daerah tempatku menggali ilmu sekarang ini. FSLDK adalah Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus yak benar sekali isinya adalah aktivis aktivis muslim dari berbagai kampus di SoloRaya. Pada pertemuan kedua ini, aku mengenakan pakaian yang menurutku layak, namun ternyata masih belum layak. Aku mengenakan hijab sedikit lebih panjang dari biasanya, dan aku menggunakan 2 lapis hijab seperti mereka para muslimah yang tergabung dalam acara tersebut, dan ternyata hijabku masih kurang panjang untuk benar-benar menutupi dada. Aku menggunakan celana jeans, sedang mereka para muslimah menggunakan rok dan baju gamis. Aku merasa sangat buruk diantara mereka, aku merasa canggung dan sekaligus merasa sangat salah kostum.

Pertemuan ketiga, aku mendatangi acara yang mengumpulkan mereka para aktivis dakwah kampus di suatu kampus yang latar belakangnya adalah kampus khusus untuk orang-orang muslim. Disana, aku mengenakan pakaian selayaknya, kali ini ku panjangkan hijabku menutupi dada, tapi sayangnya sampai disana aku kembali lagi menjadi satu-satunya yang memakai celana jeans. Malu dan canggung kembali menghampiriku.

Waktu terus berjalan, aku memilih memperbaiki diri. Aku memperbaiki kewajibanku, sebagaimana mestinya aku mengganti semua celana jeansku dengan rok, dan kini hjabku panjang menutupi dada, shalat 5 waktu selalu ku utamakan, puasa sunnah, shalat sunnah, dan sedekahku mulai aku perbaiki. Aku pilih berhijrah. Aku pilih untuk menjadi Insya Allah lebih baik daripada aku yang dulu.

Sempat menimbulkan banyak hujatan dari orang-orang di sekelilingku saat aku memilih hijrah, mulai dari komentar + sampai –

Untungnya, keluargaku mendukung pilihanku, meski awalnya papaku khawatir bahwa aku terjerumus kedalam aliran sesat atau nantinya aku sulit mencari pekerjaan dengan penampilanku saat ini. Tetapi, aku yakinkan papaku bahwa rezekiku sudah diatur oleh-Nya. Aku tidak takut, jika rezekiku akan tertukar atau diambil oleh oranglain.

Aku tetap berdiri pada pilihanku untuk berhijrah, aku hampir sempat kalah dengan hujatan negative dari orang-orang disekelilingku. Mereka bilang penampilanku seperti seorang ibu-ibu, hijabku terlalu panjang, dan sebagainya.
Pada saat itu aku terus berdo’a kepada-Nya
“Ya Allah Ya Rabb. Jauhkan aku dari orang-orang yang dzalim. Selamatkanlah aku, tunjukkan aku jalan-Mu , jalan menuju Jannah-Mu. Aamiin”

Sampai saat ini aku selalu berdo’a seperti itu. Aku juga meminta kepada-Nya
“Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku diatas agama-Mu”
Aku tahu imaan sifatnya naik turun, maka aku berdo’a dan meminta supaya aku terus istiqamah dijalan-Nya.

Ku beritahu satu hal yang sangat amat menakjubkan, bahwa do’a dan keyakinan adalah kunci keberhasilan. Ini sudah terjadi kepadaku. Dan ku ingatkan kepada kalian, berharaplah hanya kepada Allah SWT karena hanya kepada-Nya harapan yang kamu rapalkan dalam do’amu akan dikabulkan akan di buat nyata dan bahkan akan dilebihkan dari apa yang kamu harapkan.

“Tidak mengapa mereka tidak menyukai penampilanku, yang penting Allah suka dengan penampilanku. Aku akan tetap berpenampilan seperti yang diinginkan-Nya.”
Sekian kisah nyata hijrahku. Semoga kita semua selalu berada dalam jalan-Nya yang lurus menuju Jannah. Aamiin.

Sampai jumpa di kisahku selanjutnya....


Wassalamualaikum wr wb

Selasa, 18 Agustus 2015

Malam Puncak

Ku sudah mencoba mengalahkan hati
Ku gunakan logika sejak kepulanganku
Ku selalu berusaha menolak untuk mengaku bahwa ah sial!
Aku merindukan kau!

Malam puncaknya
17 Agustus 2015

Rindu mendobrak pintu pertahananku
Aku tak kuasa menahan kekuatannya
Pipiku basah seketika

Aku kalah telak

Lagu Tetap Dalam Jiwa
Menambah derasnya air mata ini

Kau tau ini hampir 5 tahun
Bayangkan saja betapa bodohnya
Aku yang selalu ingin melihatmu lebih dulu
Aku yang selalu ingin menyapamu lebih dulu
Gila!

Apa kau percaya karma?
Atau sejenis hukum alam?

Baiklah Tuan.
Selamat malam,

Dari aku si Bella yang 14 tahun lalu sempat membencimu dan sekarang merindukan wajahmu yang dingin dan tak begitu tampan.

Minggu, 02 Agustus 2015

Setidaknya

Ku dengar dari seberang
Jakarta sudah di datangi Hujan

Disini,
Surakarta......
Hanya Senja yang terlihat indah
Tenggelam membiaskan ungu di sudut langit

Belum ada tanda
Akan datangnya Hujan di kota ini
Kota yang awalnya membuatku terpanah
Kota yang ku jalani hidupku
Mengenal dia
Dia yang menghadapkanku pada kebaikan
Terima kasih, kawan

Hampir setahun sudah
Aku hidup antara Jakarta-Surakarta
Yang banyak ku habiskan di Surakarta
Menyesuaikan aku yang bukan seperti mereka
Menjadi aku yang bukan mereka
Merubah aku namun tak menjadi seperti mereka

Ternyata begini kisahnya

Jika tak ada satupun manusia
Yang kau percaya di dunia ini
Setidaknya
Percayalah pada dirimu sendiri

Ketika mereka mencoba
Mengecoh kepercayaanmu
Jangan lupa, selipkan doa
Kau tidak sendiri
Masih ada Dia
Semesta milikNya
Juga kau
Apalagi mereka

Jangan takut
Engkau memang di rantau orang
Tapi kepercayaan dan imaan
Itu adalah bawaan

Aku yang merantau di kotamu,

Bella


Jumat, 31 Juli 2015

Sampai Nanti

Jadi bagaimana?
Ketahuilah
Wanita lebih suka menggunakan perasaan
Daripada logika

Itu mengapa ada feeling ibu
Karena wanita lebih mudah merasa
Dibandingkan berpikir

Jelas sudah
Jangan datang lagi
Karena sudah ku kunci
Seperti yang ku katakan

Terima kasih telah menjadi debar
Saat jantung lupa berdetak

Kita bisa berdamai
Menjadi teman
Bagaimana?
Menjaga silaturahmi selayaknya
Muslim dengan muslim

Sampai nanti,

Bella

Rabu, 29 Juli 2015

An-Nur : 26

Bukankah setiap yang shaliha
Mendapatkan yang shalih?
Sebagimana firman Allah dalam Qur'an Surah An-Nur : 26

Bagaimana jika kita bermain
Bermain berdasarkan aturan kitab kita
Supaya yang kalah mendapatkan hukuman
Hukuman yang sesuai dengan isi kitab kita

Aku memilih menjadi aku
Aku sedang memperbaiki penampilanku
Penampilan yang layak untuk Allah
Bukan untuk kamu
Bukan untuk dia
Bukan untuk mereka

Aku ingin menjadi kesukaan Allah
Aku ingin menjadi kesayangan-Nya

Apabila aku kalah dalam permainan ini
Permainan dunia sebut saja cinta
Maka sudah pasti aku mendapatkan sebagaimana mestinya hukumanku

Tetapi, apabila aku menang
Aku berhak mendapatkan hak ku
Mendapatkan yang selayaknya untuk ku
Yang sifatnya tidak jauh berbeda seperti aku
Yang dia adalah cerminan akhlak ku
Yang kemudian juga dia akan menuntun ku menuju syurga yang dirundukan

Dan untuk kamu
Bermainlah, sebebas mungkin
Jangan lupa dengan aturan yang ada dalam kitab kita
Semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk kita

Pemenangnya akan terlihat setelah 6 tahun sejak aku menulis hari ini,

Bella

Senin, 27 Juli 2015

Bergeser

Pernah ku dengar
Jika yang serius
Takkan pernah meninggalkan

Dulu sempat ku berpikir
Untuk tetap tinggal
Dan takkan pernah pergi

Sampai di hari itu
Aku tetap di tempat
Menunggu kamu berbalik arah
Namun tidak demikian

Kamu tetap fokus
Melihat ke depan
Entah lupa
Atau sengaja meninggalkan

Aku sekarang menggeser arahku
Tak sehadap denganmu
Hanya bergeser beberapa derajat
Mencoba melangkah

Berdoalah semoga aku akan kembali
Kembali ke tempat awal
Dimana aku menunggumu
Jika aku tidak kembali
Semoga ini yang terbaik

Jika aku kembali
Berbaliklah sebelum semuanya semakin rumit

Aku,

Bella


Minggu, 26 Juli 2015

Berhati-hatilah

Hai, Tuan
Jika mudah sekali bagimu untuk bertamu
Tidak masalah untukku menyambutmu

Sebagimana mestinya
Pemilik rumah
Menyambut tamu

Jika hanya ingin bertamu sebentar
Segeralah pergi
Bukan mengusir
Mungkin lebih baik begini

Ada peringatan di awal
Sebelum melangkah lebih jauh
Rumahku bukan untuk main main

Jika Tuan berniat buruk
Tidak mengapa
Ku serahkan padaNya
Karena Dia pasti akan memberitahu aku
Bagaimanapun caranya

Semua bisa berubah
Kapan saja
Begitupun dengan pemilik rumah
Dia akan mengusir tamunya
Apabila tamu tersebut gegabah

Berhati-hatilah,

Bella

Sabtu, 25 Juli 2015

As sweet as sugar

Still Counting
Even we are not always together
Thank you for being my sisters from another mother

Setiap pertemuan yang kita ciptakan
Selalu ada hasil yang mengejutkan

Ternyata sejauh apapun kita melangkah
Kita tetap kembali ke dua kata
Kata yang umum di ungkapkan
Kata pertama itu adalah nyaman

Setelah nyaman
Kita temukan kata berikutnya
Ialah setia

Keduanya saling berkaitan
Sebagaimana kita
Nyaman dan setia

Ternyata menyatukan pikiran dan hati
Tidak semudah berteori

Apabila keduanya tidak menyatu
Maka takkan kita temukan
Nyaman dan setia

Terima kasih telah membuatku
Nyaman dan setia
Sampai sejauh ini

Tahun depan
Kita akan merayakannya
7 tahun kebersamaan kita

Siapa sangka
Sudah sejauh ini
Jika di ibaratkan seorang anak
Mungkin sudah menginjak sekolah dasar

Ku semogakan
Hubungan ini terus berjalan
Sampai nanti raga ini terpisah dari jiwa

Aku sayang kalian,
sangat sayang


Bella

Kamis, 23 Juli 2015

Selamat Datang, Tuan

Selamat datang
Untuk tamu baru
Yang datang tanpa undangan

Semoga kunci yang kau bawa
Sesuai dengan gemboknya
Jika tidak sesuai
Terima kasih telah datang
Menjadi debar
Saat jantung lupa berdetak

Aku agak sulit membiasakan diri
Menyambut yang baru seperti kamu
Karena mungkin masih terbiasa sendiri
Atau trauma

Trauma dengan tamu yang sebelumnya
Datang hanya memberikan kenangan
Pergi dengan kesenangan
Meninggalkan luka yang sedang kuperbaiki perlahan

Selamat datang, tuan
Semoga harimu menyenangkan

Pemilik rumah,
Bella.

Senin, 13 Juli 2015

Secuil Rindu dari Kamu

Bolehkah aku berharap
Mendapatkan pengakuan rindu
Dari kamu

Tanpa aku minta
Ku ingin kau ucapkan saja
Tanpa aku paksa
Ku ingin mengetahuinya
Dari kamu

Tapi, apabila harapan itu semu
Mungkin memang aku tak pantas
Mendapat secuil rindu
Dari kamu

Aku sadar
Rinduku tak terbalaskan
Karena tak ku dapatkan
Secuil rindu itu dari kamu

Rindu kamu bukan untukku
Aku tau pasti
Karena sampai detik ini
Aku belum pernah mendapat pengakuan rindu
Dari kamu

Jelas sekali
Harapan ini hanya aksara saja
Tertulis namun tak nampak nyata

Dari aku yang mengharap secuil rindu,
Byolau.


Senin, 06 Juli 2015

6 Juli 2015



Teruntuk, Mamaku.

42 tahun sudah engkau menjalani hidupmu,
Yang pada awalnya tentu engkau takkan terbayang akan menjadi bagian dari hidupku dan ku berikan engkau sebuah panggilan Mama, atau menjadi bagian dari keluarga seorang lelaki yang sekarang sebut saja Imaam untukmu dan Papa untuk ketiga putramu.

4 bulan sudah, setelah 4 bulan yang lalu. Aku jauh darimu, Mama.

Aku, Bella. Anak pertamamu yang jika engkau masih ingat, dulu hampir saja engkau menggugurkan kandunganmu hanya karena sebuah keadaan dimana memang tidak seharusnya engkau melakukan hal itu. Tentunya jika pada saat itu engkau melakukannya, maka hari ini engkau tidak akan mendapatkan surat terbuka yang sengaja aku tulis di blog ini. Supaya bisa selalu terbaca olehku, dan kemungkinan juga terbaca oleh cucumu. Bahwa neneknya dulu adalah seorang wanita yang tidak biasa.

42 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani hidup, asam garam, pahit manis, sudah pasti engkau rasakan.

Aku senang mendengar ceritamu tentang masa kecilmu yang katamu, engkau berambut pirang dengan perawakan kecil mencari kayu membantu ibumu. Terjebak oleh umpan pemilik sawah ketika akan mengambil tumpukan yang engkau kira adalah beras. Bermain main dengan saudaramu. Makan ikan patin. Berenang  di sungai. Dan, naik sepeda menuju ke sekolah.
Engkau sering membandingkan, zaman dimana engkau hidup perlu berjuang sesemangat mungkin untuk mempertahankan hidupmu dengan zaman sekarang dimana anak-anakmu termasuk aku tidak perlu melakukan hal yang sama seperti apa yang engkau lakukan pada masa mudamu dulu. Dan aku, berterima kasih akan hal itu. Terima kasih telah berjuang untuk aku, Jo, dan Ray. Terima kasih tidak membiarkan kami hidup kekurangan seperti sekarang ini. Terima kasih untuk setiap hembusan nafasmu yang kau prioriitaskan adalah kami, anak-anakmu.

Mama, mungkin ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk membalas semuanya yang telah engkau lakukan untuk kami sampai detik ini. Tapi percayalah, ketiga putramu akan berbakti kepadamu dengan cara kami masing-masing. Meski kami sering membantah pilihanmu atau keinginanmu pada ujungnya kami tetap akan menuju akhir seperti keinginanmu.

Mama, selamat ulangtahun. Barakallah fii umrik. Semoga Allah selalu melimpahkan berkah-Nya untukmu.
Sekali lagi, aku keluhkan. Aku tidak bisa hidup tanpa sosokmu. Masih ingatkah, beberapa hari yang lalu ketika ku adukan padamu bahwa radangku kumat dan aku mulai menangis mengharapkan kehadiranmu……percayalah aku tidak bermaksud membuatmu sedih atau menambah beban pikiranmu yang kebetulan kedua anak lelakimu juga sedang sakit. Tetapi, rasanya pada hari itu dimana ketika engkau berbicara denganku via telephone, rasanya aku memang dalam keadaan kacau. Aku sedang benar-benar rindu, sakit, dan harus tetap belajar karena ujian akhir semester sialan ini yang harusnya bisa kuhadapi tanpa mengeluh. Maafkan kelakuanku yang sepertinya terdengar tidak bertanggungjawab atas pilihanku sendiri untuk hidup jauh darimu seperti ini. Tapi, percayalah lagi padaku. Hidup jauh dari sosokmu bukanlah hal yang mudah, walau apapun alasannya memang bukan hal yang mudah.

Selamat ulangtahun Mama, semoga Allah memanjangkan umurmu untukku. Supaya aku bisa berbakti kepadamu, sesuai do’amu kepada-Nya. Semoga semakin sayang dengan Papa, aku, Jo, dan Ray.

Jangan bosan denganku, jangan berhenti berdo’a untukku. Selamat ulangtahun, Mama.


From Surakarta with love,

Bella.

Senin, 29 Juni 2015

Ramadan Tahun Ini



Lama tak bercerita ternyata hari ini aku memasuki UAS untuk kenaikan tingkat 2 atau menuju semester 3. Semester 3 yang katanya lebih berat diantara semester sebelum dan sesudahnya, memilih lanjut kuliah atau menikah? Itu jika kamu punya calon suami/istri yang siap kamu ajak makan dengan cinta saja…..hahaha begitulah intermezonya.



Sekarang, sampai tanggaj 11 Juli 2015 aku harus memaksakan diri untuk membaca setidaknya memahami materi kisi-kisi UAS yang telah kudapatkan dari dosen. Mencoba memahami, untungnya semenjak aku kost dan jauh dari televisi syaraf motorik dan sensorikku mudah sekali menangkap apa yang dibicarakan orang atau penjelasan dari orang lain mengenai hal-hal apapun itu. Atau bisa di bilang sekarang aku lebih mudah menangkap pembicaraan seseorang mengenai apapun itu. Cara belajarku mulai seimbang, baik audio maupun visual. Walaupun tidak begitu sempurna, sekiranya ada perubahan positif dari aku yang sebelumnya. Daya ingatku juga cukup tajam. Baiklah.



UAS bulan ini aku mengalami pergolakkan emosional yang tidak stabil, aku lebih mudah marah dan berapi-api, aku lebih mudah terkendali emosi bukan aku yang mengendalikan emosi. Tetapi aku mencoba meredamnya, aku tahu aku sekarang berada dimana. Bukan di kota milikku, Jakarta. Bukan, aku sedang menumpang di kota orang, aku yakin apabila aku tidak bisa mengontrol emosiku pada beberapa hari ini, habis sudah orang-orang yang hanya bisanya berkomentar tanpa aksi. Habis!!!!

Kebetulan sekali bulan ini bulan Ramadan, aku semakin berusaha keras menekan emosiku. Bagaimana juga aku sadar efek apa yang akan terjadi apabila aku balik melawan mereka. Tenang saja, karma datang tepat waktu. Kamu hanya perlu duduk disana di tempatmu, jangan banyak bicara terima saja tamu yang bernama “KARMA”.



Di agamaku diajarkan bagaimana cara berdoa dengan baik, maka yang bisa aku lakukan saat ini hanyalah berdoa semoga kamu-kamu-kamu mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT. Jazakallah khair.

Ramadan tahun ini berbeda sekali dengan Ramadan tahun lalu, tahun ini aku sahur dengan menu makanan yang seadanya. Tahun lalu, aku bahkan bingung mau sahur pakai apa terlebih dahulu. Tahun ini aku berbuka dengan sesederhana mungkin, menghemat uang bulanan yang diberikan mamaku. Tahun ini aku mencoba menjual makanan yang mereka sebut martabak mini, lumayan untuk bayar kost hehehe ternyata banyak juga yang memesan, tetapi banyak juga yang mencibir ya namanya juga manusia yaaa… Nabi Muhammad SAW yang sempurna aja masih ada yang benci. Apalagi aku? Aku mah sadar……



Bagian ini, bagian penutup yang menurutku mengharukan. Untuk pertama kalinya dia sebut saja Masa Depan (aamiin) memberi semangat sekaligus mengatakan cepat pulang! Memang manusia yang susah di tebak, ya gimana ya.... gak mau baper juga sih mungkin dia si Masa Depan juga udah pernah berada dalam posisi menyedihkan begini puasa dan tarawih di kampung orang tanpa orangtua. Jadi yaaaaa jangan baperrrr hehehehe……

Kamu tau bagaimana sulitnya menerjemahkan perasaan ini,

Antara sebatas obsesi ingin memiliki atau setia menanti memang beda tipis

Tapi sejauh ini, apabila kamu bertanya apakah aku masih yakin denganmu?

Maka jawabannya belum berubah,

Jika nanti jawaban keyakinanku bukan lagi kamu, segera aku beritahukan.

Itu tandanya Allah menjawab do’aku bahwa aku harus meninggalkan.



Terima kasih, telah menjadi hujan yang selalu dirindukan.



Selamat malam dari aku yang masih meyakini kamu,



Bella

Kamis, 26 Maret 2015

Happy Wedding Anniversary, dear mom and dad......

Telah terucap janji, akan sehidup semati
Sampai raga tak lagi berpeluk, sampai nanti
Sampai jiwa tetap bertemu, dalam syurga-Mu
Rukun dan bahagai selalu, mamah dan papahku.…

Selamat hari ulang tahun pernikahan ke-20…..yang artinya 3 hari lagi aku akan berumur 19 tahun.
Mah pah, semoga dengan bertambahnya usia pernikahan mamah dengan papah tahun ini kalian berdua bisa saling lebih mencintai satu sama lain….bisa lebih mencintai aku, Jo, dan Ray lebih dari sebelumnya.

Aku menulis ini sambil membayangkan kelanggengan kalian berdua yang sudah mencapai 20 tahun ini dan semoga sampai nanti kakek nenek…. Pastinya banyak perjalanan bahtera rumah tangga yang tidak selalu lurus yang kalian lewati berdua.

Bagaimana perjalanan cinta kalian sejak pertama kali kalian dipertemukan? Pasti sangat manis untuk kembali di kenang. Aku, anakmu…Bella ingin juga merasakan hal yang semanis itu ah….lebih tepatnya lebih dari sekadar manis dari cerita saat kalian dipertemukan. Hehehe….

Mah, aku berharap kedepannya mamah akan jauh lebih baik lagi dalam mengambil keputusan berupa keputusan apapun termasuk nantinya keputusan menyetujui siapa yang pantas menjadi pendamping hidupku. Oke, kita bahas ini lagi ya mah….udah mau 19 tahun loh masih jomblo ngenes gini mbok mesakke karo aku iki lhoooo opo iyo mengko nek wes arepe wisuda ijek jomblo? Ki piyeeee kiiiii wkwkwk

Baiklah, lupakan saja itu hanya sekadar intermezzo, semoga mamah semakin nurut sama papah ya mah. Aku pernah mendengar bahwa ”Syurga seorang istri ada pada suaminya” seperti itu bunyinya……. Dan semoga mamah semakin sabar menghadapi aku, terutama anak mamah perempuan satu-satunya yang terbiasa manja, apa-apa selalu maunya sendiri, nyebelin, bikin kesel terus, gendut, item, katanya sih jelek…..terus hidup lagi wkwk boong deng aku udah gak kayak gitu kan ya mah? Apalagi nanti kalo kita ketemu, ya pasti semakin ada perubahan dalam diriku. Semoga semakin sabar menghadapi 2 anak laki-laki mamah yang kembar tapi beda itu…..mereka yang akan membela mama mati-matian selain aku. Suatu hari nanti. Percayalah. Apalagi mereka lahir dari rahim seorang ibu yang cerdas, sudah dipastikan mereka takkan lupa darimana asal mereka.

Tetaplah menjadi mamahku yang hatinya lembut seperti sutra, walaupun nada bicaranya tidak lembut seperti wanita jawa karena emang udah turunannya begitu ya tapi tetep aja kan namanya inner beauty tetep terpancar……aku……sayang……..mamah :”)

Dan……………
Teruntuk papahku, YOU ARE STILL BE MY KING EVEN I WILL FIND MY PRINCE CHARMING.
Selamat anniversary ke-20. Papah tau gak apa yang Bella banggain dari papah? Papah sejauh ini setia, tidak pernah sekalipun aku melihat papah berusaha menggoda wanita lain seperti yang dilakukan laki-laki yang seumuran papah pada umumnya sedang puber kedua…..papah begitu setia. Entah bagaimana caranya, papah tetap mencintai mamah. Sampai detik ini, betul kan pah?
Aku berharap, kelak suatu hari nanti…..suamiku seperti papah. Selain tampan, dia harus seperti papah…..setia. Selain setia, papah selalu sabar…jadi calon imaamku juga harus sabar…...terutama sabar mendengar ocehan mamah ketika mamah merasa lelah. Papah lebih memilih diam dan mendengarkan keluh kesah mamah. Ah, pasti bahagia sekali menjadi mamah…..
Pah, terima kasih telah setia bersama kami. Tetap setia lagi sampai nanti aku bisa membuatmu bangga. Aku, anak manis yang manja itu. Yang anak papah satu-satunya wanita yang dulu buat ngurus dirinya aja gak bisaaaaaa yang dulu cuci baju aja malessss yang dulu bisanya makan tidur makan tidur yang dulu males belajar……dulu. Sekarang, aku sudah bukan anak papah yang seperti itu…aamiin, semoga saja.
Pah, mah….. sabar ya? Sedikit lagi Bella wisuda kok… D3 dulu gapapa kan ya? Nanti S1 nyusul…..abis itu lanjut S2….S3 (aamiin)
Semoga kalian tetap sehat, selalu. Semoga tetap dalam jalan Allah dan lindungan-Nya. Aamiin. Barakallah lakum…..
Salam sayang, peluk cium……


Bukan lagi anak manja, Bella.

Sabtu, 14 Februari 2015

Bacalah, rasakan, jangan terbawa perasaan, ini hanya tulisan

Selamat malam, 14 Februari 2015.

Sudah lama sekali tidak menulis disini, ku temukan laba-laba disini...ah bahkan ada cicak juga.....

Tidak, tidak ada niat untuk sengaja menulis pada tanggal 14 ini. Aku hanya kebetulan saja, baiklah....selamat menikmati.



Setelah kelulusanku dari SMAK Tunas Medika, ku lanjutkan studi ke AAK Nasional Surakarta. Sengaja ku pilih lokasi yang jauh dari Jakarta. Alasannya adalah, ku ingin menghirup udara baru, dengan orang-orang baru yang awalnya ku pikir pasti menyenangkan akan bersosialisasi dengan mereka, dan ternyata memang benar. Menyenangkan. Baik. Ramah. Sopan.

Mengapa ku pilih kampus ini, karena ku pikir, sayang sekali jika aku harus melanjutkan studi dengan prodi yang berbeda, mama ku sudah terlanjur menjebloskan ku ke dalam lubang yang penuh dengan lumpur, sekalian saja ku berenang bersama lumpur-lumpur itu. Studi yang ku lanjutkan adalah prodi D3 Analis Kesehatan. Swasta? Ya. Karena prodi Analis Kesehatan belum menjamur seperti prodi prodi lain. Analis Kesehatan belum di pandang dengan kedua mata oleh pemerintah. Padahal peran kami bersanding di sebelah dokter, memeriksa spesimen dari cairan tubuh dan kemudian dokter yang memutuskan diagnosanya. Karena tidak semua sakit berasal dari hati :)


Hari ini pembagian Indeks Prestasi atau IP
Aku sedang berada di Jakarta, ku menyesal mengapa aku tidak pulang sesuai jadwal liburan. Tapi bagimana lagi aku rindu suasana rumah. Libur Desember kemarin sedikit sekali. Tidak puas. Percayalah, tempat yang paling nyaman adalah rumah. Sejauh apapun kamu pergi, selebar apapun kamu melangkah, rumah adalah tempat yang akan selalu kamu rindukan. Entah untuk tempat bersandar, walau sekadar menyandarkan diri atas lelah. Tidak ada tempat senyaman rumah. Percayalah..............


Ku dengar dari teman-temanku, IP mereka di atas 3 koma. Rata-rata nilai mereka B. Alhamdulillah, setidaknya itu bisa menjadi patokan untuk ku. Aku sedikit tenang, sekiranya IP milikku di atas 3.


Kau tau, ada kalimat yang akhirnya ku percayai.
Bahwa hasil tidak akan mengkhianati prosesnya


Ya, itulah. Banyak pengalaman hidup yang ku dapatkan jauh dari mama dan papa ku. Ku tangani apapun yang terjadi dalam hidupku sejak saat itu dengan sendiri. Yang lalu, apa-apa pasti mama mama mama dan papa ku yang harus turun tangan.

Selama kurang lebih 6 bulan aku sudah lebih dari 2x sakit dan tidak berobat, mereka bilang homesick. Atau sakit yang merindukan rumah. Ku sengaja tidak berobat ke dokter, karena aku memang tidak suka minum obat-obatan dalam bentuk apapun. Selain itu aku tidak mau tubuhku manja, sedikit-dikit obat dan obat. Karena aku tau apa dampak daripada konsumsi obat-obatan.


Surakarta, Jawa Tengah. Atau Solo.
Dari populasinya dominan orang Cina yang faseh berbahasa Jawa. Overall they are very nice and always humble. Alhamdulillah, lingkaranku orang-orang baik semua. Allah mengenalkan ku dengan orang-orang baik yang sekarang kemungkinan mereka sudah bisa menerimaku. Yang awalnya-aku sulit-berbahasa Jawa. Sak iki aku wes iso boso Jowo nuuuu. Hehehe

Disana aku punya kakak tingkat yang bisa dibilang-nyebelin- tapi nyenengin juga sih ya, abis gimana.....mau wisuda sih sebentar lagi. Jadi takutnya gampang kangen kalo sekarang dijahatin....Hehehe yang sedang ku deskripsikan adalah Hermawan Wicaksono. Mas Mawan, Kak Mawan, Mas Wicak, Papah, Papski, Daddy.
He is really handsome now. Wkwkwk tuh pah.... laku deh kamu abis ini.
Dulu beliau kakak kelas di SMAK sekarang kakak tingkat disini, ketika ku tulis ini, dia adalah mahasiswa tingkat akhir, yaaaaaa yang artinya akan lulus setelah ini.

Ada lagi, Alifia Wisdayanti Pangestika.
Kalo yang ini cantiknya gak usah diragukan lagi deh ya. Cuma agak sedikit lemot. Baik banget deh sudah kuanggap seperti Mbak Wisda, Kakak, Mamah, ya pokoknya I love You. Sama kakak ini juga kakak tingkat akhir.

Satunya yang mau wisuda juga Padmonobo Kunto Pambudi. Kalo kakak tingkat yang ini.....hm I didnt really close to him. Cuma aslinya kocak ternyata. Hahaha. Perjalanan ke Jogjakarta yang bikin aku tau gimana dia aslinya. Kalo di kampus emang kayak gak kenal gitu.

The one and only, Ilham Romadhona.
Kakak tingkat dua ketika ku tulis tentangnya disini. Baik, menyenangkan, sukanya nyembunyiin perasaan. But you cant hide it from me, kak :p


Temen satu kostan, dari SMAK, sehidup semati sepenanggungan. Siti Hafifah.
Kenapa namanya harus Siti coba.............hufth
Kalo sama Sifa tuh aku berasa punya adek lagi dalam wujud yang udah gede. Baik. Baik banget deh dia........kadang kalo ada maunya harus harus gitu kan ya....hufth



Ada lagi mereka yang di kelas dekat dengan ku.
Inti Januarisky, ku panggil dia Mami karena rasanya diantara mereka semua yang paling mengerti aku adalah manusia yang satu ini. Awalnya aku pikir dia pendiam. Ternayata memang benar petuah....
Dont judge the book by the cover

Ira Septiani, asalnya dari Riau ketika aku menulis dia dia sedang menjalin hubungan khusus dengan Muhammad Firdaus Ramdhani. Daus adalah laki-laki pertama yang menjadi temanku yang berasal dari Depok. Kami akrab dan akhirnya, Daus jadian sama Ira setelah melalui perjalanan panjang.
Ira ini sering ku panggil Bi. Bukan sebut saja Babi hahaha tapi karena dia pernah bilang dia cantik seperti Berbi.
Anak ini royal banget ya, ya ampun kalo lagi punya duit gak itung-itungan. Hobinya jalan-jalan. Gak capek lagi kan heran.....

Kholifah Lintang Laksito Resmi. She is the first one from SMAK Nasional that I known.
Yap. Dia orang pertama yang ku kenal ketika hari pertama masuk kampus. Panggil saja Lintang. Astaga dia suka dangduuuuuuuuuuuuuuuuuuut hahahaha. Gak nyangka kalo liat muka kalemnya mah. Ketika ku tulis ini dia sedang dalam keadaan LDR bersama Kandanya. Semoga langgeng. Anak ini rajin banget deh ampun, dia sekretaris paling rajin yang pernah kutemui. Baik? Sudah pastiiiiiiiiiiiiii

Destyani Sekar Mirah, kecil deh anaknya kayak Sifa. Cuma yang ini tuh aduh pikirannya suka ambigu. Hahahah. Baik banget waktu natal aku di kasih kado, kadonya sabun cuci tangan karena dia tau aku jarang mandi kali ya hahaha enggak deng.....karena aku dikit dikit cuci tangan. Emang sok bersih si Bella.
Alhamdulillah IP anak ini tembus 3 koma lewat. Sesuai tempelan di laptopnya...
Totot Fighting!
Anak ini paling bisa mencairkan suasana loh, kalo keadaan lagi panas dia jago bikin suasana jadi digin abis itu netral. Ya semacam penetralisir hal negatif gitu ya...............

Oke, this is the last one.
Avin Loesyawan, dulu waktu jaman jamannya PPS aku suka manggilin dia karena aku tau hidup dan matiku di kampus ketika praktik maupun berkelompok akan bersama dia. Ya ceritanya PDKT dan SKSD gitu deh.....ternyata.....Alhamdulillah wa syukurilah. I know Im the luckiest one. Aku bersyukur punya partner seperti kamu. Aku sayang kamu, Koko. Hehehe.
Tadinya gak ada yang manggil dia Koko cuma begitu aku rasa aku cukup akrab sama dia, ya aku iseng ku panggil dia Koko and then satu kelas pada manggil Koko. Hahahahaha emang deh Bella sukanya cari huru-hara.
Koko tuh, jauh dari kata negative, he is always possssssitive.
Hampir bisa dibilang perfectly perfect but......
No body is perfect!

Aku juga dekat dengan teman-teman sekelasku cuma yang paling sering ku gauli adalah mereka... Hahaha ku gauli halah halah......

Yap! Cukup sampai disini, sampai ketemu dalam aksara berikutnya.
Selamat malam.........................chup!