Selasa, 18 Agustus 2015

Malam Puncak

Ku sudah mencoba mengalahkan hati
Ku gunakan logika sejak kepulanganku
Ku selalu berusaha menolak untuk mengaku bahwa ah sial!
Aku merindukan kau!

Malam puncaknya
17 Agustus 2015

Rindu mendobrak pintu pertahananku
Aku tak kuasa menahan kekuatannya
Pipiku basah seketika

Aku kalah telak

Lagu Tetap Dalam Jiwa
Menambah derasnya air mata ini

Kau tau ini hampir 5 tahun
Bayangkan saja betapa bodohnya
Aku yang selalu ingin melihatmu lebih dulu
Aku yang selalu ingin menyapamu lebih dulu
Gila!

Apa kau percaya karma?
Atau sejenis hukum alam?

Baiklah Tuan.
Selamat malam,

Dari aku si Bella yang 14 tahun lalu sempat membencimu dan sekarang merindukan wajahmu yang dingin dan tak begitu tampan.

Minggu, 02 Agustus 2015

Setidaknya

Ku dengar dari seberang
Jakarta sudah di datangi Hujan

Disini,
Surakarta......
Hanya Senja yang terlihat indah
Tenggelam membiaskan ungu di sudut langit

Belum ada tanda
Akan datangnya Hujan di kota ini
Kota yang awalnya membuatku terpanah
Kota yang ku jalani hidupku
Mengenal dia
Dia yang menghadapkanku pada kebaikan
Terima kasih, kawan

Hampir setahun sudah
Aku hidup antara Jakarta-Surakarta
Yang banyak ku habiskan di Surakarta
Menyesuaikan aku yang bukan seperti mereka
Menjadi aku yang bukan mereka
Merubah aku namun tak menjadi seperti mereka

Ternyata begini kisahnya

Jika tak ada satupun manusia
Yang kau percaya di dunia ini
Setidaknya
Percayalah pada dirimu sendiri

Ketika mereka mencoba
Mengecoh kepercayaanmu
Jangan lupa, selipkan doa
Kau tidak sendiri
Masih ada Dia
Semesta milikNya
Juga kau
Apalagi mereka

Jangan takut
Engkau memang di rantau orang
Tapi kepercayaan dan imaan
Itu adalah bawaan

Aku yang merantau di kotamu,

Bella