Ku sudah mencoba mengalahkan hati
Ku gunakan logika sejak kepulanganku
Ku selalu berusaha menolak untuk mengaku bahwa ah sial!
Aku merindukan kau!
Malam puncaknya
17 Agustus 2015
Rindu mendobrak pintu pertahananku
Aku tak kuasa menahan kekuatannya
Pipiku basah seketika
Aku kalah telak
Lagu Tetap Dalam Jiwa
Menambah derasnya air mata ini
Kau tau ini hampir 5 tahun
Bayangkan saja betapa bodohnya
Aku yang selalu ingin melihatmu lebih dulu
Aku yang selalu ingin menyapamu lebih dulu
Gila!
Apa kau percaya karma?
Atau sejenis hukum alam?
Baiklah Tuan.
Selamat malam,
Dari aku si Bella yang 14 tahun lalu sempat membencimu dan sekarang merindukan wajahmu yang dingin dan tak begitu tampan.
Aksara sederhana, untuk kamu yang ada disana. Tetap seperti itu, menjadi kamu yang ku kenali. Jangan berubah.
Selasa, 18 Agustus 2015
Minggu, 02 Agustus 2015
Setidaknya
Ku dengar dari seberang
Jakarta sudah di datangi Hujan
Disini,
Surakarta......
Hanya Senja yang terlihat indah
Tenggelam membiaskan ungu di sudut langit
Belum ada tanda
Akan datangnya Hujan di kota ini
Kota yang awalnya membuatku terpanah
Kota yang ku jalani hidupku
Mengenal dia
Dia yang menghadapkanku pada kebaikan
Terima kasih, kawan
Hampir setahun sudah
Aku hidup antara Jakarta-Surakarta
Yang banyak ku habiskan di Surakarta
Menyesuaikan aku yang bukan seperti mereka
Menjadi aku yang bukan mereka
Merubah aku namun tak menjadi seperti mereka
Ternyata begini kisahnya
Jika tak ada satupun manusia
Yang kau percaya di dunia ini
Setidaknya
Percayalah pada dirimu sendiri
Ketika mereka mencoba
Mengecoh kepercayaanmu
Jangan lupa, selipkan doa
Kau tidak sendiri
Masih ada Dia
Semesta milikNya
Juga kau
Apalagi mereka
Jangan takut
Engkau memang di rantau orang
Tapi kepercayaan dan imaan
Itu adalah bawaan
Aku yang merantau di kotamu,
Bella
Jakarta sudah di datangi Hujan
Disini,
Surakarta......
Hanya Senja yang terlihat indah
Tenggelam membiaskan ungu di sudut langit
Belum ada tanda
Akan datangnya Hujan di kota ini
Kota yang awalnya membuatku terpanah
Kota yang ku jalani hidupku
Mengenal dia
Dia yang menghadapkanku pada kebaikan
Terima kasih, kawan
Hampir setahun sudah
Aku hidup antara Jakarta-Surakarta
Yang banyak ku habiskan di Surakarta
Menyesuaikan aku yang bukan seperti mereka
Menjadi aku yang bukan mereka
Merubah aku namun tak menjadi seperti mereka
Ternyata begini kisahnya
Jika tak ada satupun manusia
Yang kau percaya di dunia ini
Setidaknya
Percayalah pada dirimu sendiri
Ketika mereka mencoba
Mengecoh kepercayaanmu
Jangan lupa, selipkan doa
Kau tidak sendiri
Masih ada Dia
Semesta milikNya
Juga kau
Apalagi mereka
Jangan takut
Engkau memang di rantau orang
Tapi kepercayaan dan imaan
Itu adalah bawaan
Aku yang merantau di kotamu,
Bella
Langganan:
Komentar (Atom)